SAMPIT, radarsampit.jawapos.com - Perumdam Tirta Mentaya Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terus menggencarkan distribusi air bersih bagi masyarakat terdampak kekeringan, terutama warga yang belum terlayani jaringan perpipaan.
Penyaluran dilakukan setiap hari untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat di sejumlah wilayah yang mengalami keterbatasan sumber air.
Direktur Perumdam Tirta Mentaya Kotim, Ismanadi, mengatakan distribusi dilakukan berdasarkan permintaan masyarakat dan dapat menjangkau tiga hingga lima titik dalam sehari. Penyaluran bahkan dilakukan hingga malam hari apabila masih terdapat kebutuhan di lapangan.
“Siapa pun yang daerahnya terdampak kekeringan, terutama yang bukan pelanggan PDAM, kami tetap berikan distribusi. Sampai saat ini kegiatan tersebut masih terus berjalan," katanya, Senin (10/8).
Menurut Ismanadi, wilayah yang cukup banyak terdampak kekeringan berada di bagian selatan Kotim, termasuk Kecamatan Teluk Sampit dan sejumlah wilayah lain yang mengalami keterbatasan sumber air akibat kemarau.
Distribusi tidak hanya menyasar permukiman warga, tetapi juga fasilitas umum yang membutuhkan pasokan air bersih. Sejumlah sekolah, misalnya, turut mendapatkan layanan distribusi apabila mengajukan permintaan.
“Kami masuk, bahkan ada sekolah yang memang membutuhkan air tetap kami kirim. Di mana pun ada permintaan, kami kirim,” tambahnya.
Ismanadi menjelaskan, penyaluran air dilakukan dengan berkoordinasi bersama pemerintah desa dan kelurahan. Komunikasi dengan masyarakat juga terus dilakukan untuk memastikan kebutuhan air dapat segera ditangani.
“Koordinasi dan komunikasi tetap berjalan, baik dengan warga, kepala desa maupun kelurahan. Kami mengambil peran di situ,” ujarnya.
Ia mengatakan, langkah tersebut merupakan bentuk dukungan Perumdam dalam menghadapi kondisi kekeringan sekaligus membantu meringankan beban Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) yang juga menangani berbagai dampak kemarau, termasuk kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Untuk sekali pengiriman, armada tangki Perumdam mampu membawa sekitar 5.000 liter air bersih. Kapasitas distribusi juga diperkuat dengan dukungan armada dari instansi lain, termasuk Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan.
“Sudah ada koordinasi dan bahkan pemadam pun sudah mengirimkan armada,” jelas Ismanadi.
Dengan adanya tambahan armada, kemampuan distribusi air bersih diharapkan meningkat sehingga lebih banyak wilayah dapat dilayani dalam sehari. Perumdam juga terus menyesuaikan jadwal pengiriman berdasarkan tingkat kebutuhan masyarakat.
Ismanadi menilai sejauh ini kebutuhan air bersih masyarakat masih dapat dipenuhi. Hal itu terlihat dari keluhan warga yang dapat segera ditindaklanjuti melalui distribusi langsung ke lokasi yang membutuhkan.
“Indikatornya, keluhan masyarakat sekarang bisa terpenuhi. Begitu ada permintaan, kami kirim ke lokasi. Sampai saat ini semuanya berjalan lancar dan kebutuhan masih bisa dipenuhi,” tutupnya. (ktr-2)
Editor : Slamet Harmoko