SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Halikinnor meminta ketersediaan obat-obatan untuk menangani dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dipastikan, terutama jika daerah memasuki masa tanggap darurat.
Kebutuhan obat diminta dihitung secara rinci untuk mengantisipasi meningkatnya penyakit akibat kabut asap. Halikinnor mengingatkan, karhutla berpotensi berlangsung panjang sehingga logistik kesehatan harus disiapkan sejak awal.
Baca Juga: Dapur MBG di Kotim Diawasi Ketat, Dinkes Waspadai Bakteri E. Coli
“Tolong dihitung betul. Jangan sampai nanti bantuan provinsi terbatas, karhutla panjang, korban banyak, lalu kita tidak bisa mengobati karena tidak ada obat,” tegasnya.
Ia meminta Pj Sekda ikut mengawal perhitungan kebutuhan tersebut agar pengadaan maupun bantuan dari provinsi dapat dilakukan sebelum stok kritis.
Sementara, Sekretaris Dinas Kesehatan Kotim Ali memastikan stok obat di fasilitas kesehatan saat ini masih mencukupi. Namun, pihaknya tetap menyiapkan langkah antisipasi jika kebutuhan meningkat.
Baca Juga: Program Beasiswa Perguruan Tinggi Dilanjutkan
“Untuk saat ini masih cukup. Tapi kalau nanti kondisinya tidak mencukupi, kami bisa melakukan pengadaan tahun ini dan meminta bantuan ke provinsi,” ujar Ali.
Pemkab Kotim berharap ketersediaan obat tetap terjaga sehingga pelayanan kesehatan masyarakat tidak terganggu selama kondisi darurat karhutla. (yn/fm)
Editor : Farid Mahliyannor