Hotspot Kotim Turun Jadi 114 Titik, Batuah Kini Jadi Episentrum Karhutla

Usay Nor Rahmad • Dipublikasikan Jumat, 7 Agustus 2026 | 08:45 WIB
Kebakaran di Desa Batuah, Kecamatan Seranau, Kamis (6/8/2026). (Warga/Radar Sampit) 
Kebakaran di Desa Batuah, Kecamatan Seranau, Kamis (6/8/2026). (Warga/Radar Sampit) 

 

SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Jumlah titik panas (hotspot) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menurun dibanding sehari sebelumnya.

Berdasarkan rekapitulasi BMKG per Jumat (7/8) pukul 07.00 WIB, terdeteksi 114 hotspot dalam 24 jam terakhir. Meski menurun, ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) belum mereda karena kondisi cuaca masih sangat mendukung terjadinya kebakaran.

Dari total tersebut, sebanyak 107 titik memiliki tingkat kepercayaan menengah, 3 titik berkategori tinggi, dan 4 titik berkategori rendah.

Sebaran hotspot kini didominasi Kecamatan Seranau dengan 33 titik, seluruhnya berada di Desa Batuah. Dari jumlah itu, 32 titik berkategori kepercayaan menengah dan satu titik berkategori tinggi.

Posisi kedua ditempati Kecamatan Kota Besi dengan total 21 hotspot. Sebarannya meliputi Desa Kota Besi sebanyak 20 titik, Desa Soren 11 titik, Desa Camba enam titik, Desa Hanjalipan tiga titik, dan Kelurahan Kota Besi Hulu satu titik.

Sementara itu, Kecamatan Mentaya Hilir Utara mencatat 14 hotspot, disusul Mentawa Baru Ketapang sebanyak 13 titik dan Baamang 10 titik.

Di saat jumlah hotspot menurun, BMKG justru mengingatkan bahwa hampir seluruh wilayah Kalimantan Tengah, termasuk Kotim, masih berada pada kategori sangat mudah terbakar untuk periode 7 hingga 8 Agustus 2026.

Kondisi tersebut diperkuat dengan prakiraan cuaca yang belum memberikan harapan turunnya hujan.

 Berdasarkan prediksi BMKG, akumulasi curah hujan di Kotim selama 24 jam ke depan diperkirakan 0 milimeter dengan kondisi cuaca berawan.

Situasi ini membuat potensi munculnya hotspot baru maupun meluasnya kebakaran masih tinggi, terutama di kawasan gambut yang telah mengering akibat musim kemarau.

Data tersebut menjadi peringatan agar upaya pengendalian karhutla terus ditingkatkan, terutama di wilayah dengan konsentrasi hotspot tinggi seperti Desa Batuah, Kota Besi, Soren, dan Camba. Masyarakat juga diimbau tidak melakukan pembakaran lahan karena api sangat mudah meluas pada kondisi cuaca saat ini. (oes)

Editor : Slamet Harmoko
karhutla desa batuah karhutla seranau karhutla kotim