SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) tahun ini akan tampil berbeda.
Pemerintah Kabupaten Kotim mengajak seluruh peserta mengenakan pakaian adat Nusantara sebagai simbol persatuan dalam keberagaman.
Bupati Kotim Halikinnor mengatakan, penggunaan busana adat dari berbagai daerah merupakan implementasi semangat Bhinneka Tunggal Ika, yang mencerminkan keberagaman suku dan budaya sebagai kekuatan bangsa.
Baca Juga: Sekolah Rakyat Kotim Beroperasi Penuh September, Seluruh Siswa Tempati Gedung Permanen
"Saya bilang untuk pakaian kita pakai adat Nusantara. Ada baju Batak, Jawa, Madura, Banjar, Dayak dan suku-suku lainnya. Di situ kita ingin menunjukkan makna Bhinneka Tunggal Ika, berbeda-beda tetapi tetap satu dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia," ujarnya saat Coffee Morning bersama Forkopimda, kepala OPD, instansi vertikal, satker, dan perbankan di Aula Rumah Jabatan Bupati Kotim.
Selain mengusung semangat kebhinekaan, Halikinnor menegaskan peringatan HUT RI tahun ini tetap dikemas meriah namun sederhana, sejalan dengan kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah.
Hal menarik lainnya, kepanitiaan HUT RI 2026 di Kotim didominasi oleh perempuan. Mulai dari ketua, wakil ketua hingga komandan upacara diharapkan diisi kaum perempuan sebagai bentuk penghargaan terhadap peran perempuan dalam kepemimpinan.
Baca Juga: AQMS Sampit Kembali Normal, Kualitas Udara Turun ke Kategori Sedang
Tahun ini, kepanitiaan dipimpin Direktur RSUD dr. Murjani Sampit, Yulia Nofiany.
"Saya bilang dengan Pak Sekda, tunjuk saja perempuan. Jadi ketuanya perempuan, wakilnya perempuan, bahkan komandannya juga kalau bisa perempuan. Semua perempuan," kata Halikinnor.
Pemerintah Kabupaten Kotim berharap konsep tersebut mampu menghadirkan peringatan HUT Kemerdekaan yang lebih inklusif, memperkuat semangat persatuan, sekaligus memberi ruang lebih besar bagi perempuan dalam kepemimpinan kegiatan tingkat daerah. (yn/fm)
Editor : Farid Mahliyannor