Sekolah Rakyat Kotim Beroperasi Penuh September, Seluruh Siswa Tempati Gedung Permanen

Yuni Pratiwi Iskandar • Dipublikasikan Kamis, 6 Agustus 2026 | 20:21 WIB

 

Foto: Kepala Dinsos Kotim Hawianan
Foto: Kepala Dinsos Kotim Hawianan

 

SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menargetkan seluruh peserta didik Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 sudah menempati gedung permanen pada September 2026.

Saat ini pembangunan kawasan sekolah terus dipercepat agar seluruh aktivitas belajar mengajar dapat dipusatkan di satu lokasi.

Kepala Dinas Sosial Kotim, Hawianan, mengatakan selama masa transisi kegiatan belajar masih berlangsung di dua tempat. Siswa jenjang SMA telah mengikuti pembelajaran di kompleks Sekolah Rakyat, sedangkan siswa sekolah dasar masih belajar di Islamic Center karena mempertimbangkan keamanan dan kesiapan fasilitas bagi anak-anak.

Baca Juga: AQMS Sampit Kembali Normal, Kualitas Udara Turun ke Kategori Sedang

"Untuk sementara siswa SMA sudah belajar di sini. Nanti pada September seluruhnya sudah selesai, sehingga siswa SD yang masih berada di Islamic Center akan dipindahkan ke gedung permanen," ujarnya.

Menurut Hawianan, proses pembangunan kawasan sekolah masih terus berlangsung meski kegiatan belajar mengajar telah dimulai. Pemerintah optimistis seluruh pekerjaan dapat diselesaikan sesuai target sehingga seluruh siswa dapat belajar dalam satu kawasan pendidikan yang lebih representatif.

Ia mengaku bangga melihat perkembangan pembangunan Sekolah Rakyat yang dinilai sangat pesat. Kawasan yang sebelumnya masih berupa hutan kini telah berubah menjadi kompleks pendidikan yang megah dan siap menunjang proses belajar mengajar.

Baca Juga: Ditegur soal Azan, Residivis Bacok Pedagang Pasar Saik Kuala Pembuang

"Saya bangga sekali melihat perkembangannya. Dulu kawasan ini masih hutan, sekarang sudah berdiri bangunan yang cukup megah," katanya.

Selain pembangunan gedung, Pemkab Kotim juga menyelesaikan berbagai fasilitas pendukung, mulai dari perizinan lingkungan, analisis dampak lalu lintas, hingga layanan kesehatan. Hawianan menegaskan pembangunan Sekolah Rakyat merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk meningkatkan akses pendidikan bagi masyarakat.

Dengan target penyelesaian pada September mendatang, seluruh peserta didik Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 diharapkan sudah dapat mengikuti proses belajar mengajar secara terpadu di gedung permanen yang telah disiapkan pemerintah. (yn/fm)

Editor : Farid Mahliyannor
SRT 1 pendidikan Sekolah Rakyat kotim