DLH Kotim Imbau Warga Kurangi Aktivitas Luar Ruangan Selama Musim Kemarau

M. Akbar • Dipublikasikan Selasa, 4 Agustus 2026 | 17:49 WIB
Ilustrasi Kabut Asap (AI)
Ilustrasi Kabut Asap (AI)

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak musim kemarau yang diperkirakan berlangsung hingga September dan berpotensi berlanjut sampai Oktober.

Selain meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla), musim kemarau juga mulai memengaruhi kualitas udara serta ketersediaan air bersih.

Kepala DLH Kotim, Marjuki, mengatakan pihaknya terus memantau kualitas udara secara berkala sebagai langkah antisipasi terhadap potensi kabut asap akibat karhutla.

“Kami memantau kualitas udara setiap hari, bahkan setiap jam. Saat ini kualitas udara di Kotim statusnya masih kategori sedang, tetapi sudah mengarah ke kelompok sensitif,” ujarnya, Selasa (4/8/2026).

Kelompok Rentan Diminta Lebih Waspada

Marjuki menjelaskan, kondisi kualitas udara tersebut perlu menjadi perhatian, terutama bagi anak-anak, lanjut usia (lansia), ibu hamil, serta masyarakat yang memiliki riwayat penyakit pernapasan.

Ia mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila tidak memiliki keperluan mendesak. Jika harus beraktivitas, warga diminta menggunakan masker untuk mengurangi paparan asap dan debu.

“Kalau memang tidak ada keperluan penting, sebaiknya aktivitas di luar rumah dikurangi. Namun, apabila harus beraktivitas, gunakan masker,” imbaunya.

Ketersediaan Air Bersih Mulai Berkurang

Selain berdampak pada kualitas udara, musim kemarau juga mulai memengaruhi ketersediaan air bersih di sejumlah wilayah.

Menurut Marjuki, beberapa sumur milik warga mengalami penurunan debit air sehingga masyarakat diminta menggunakan air secara bijak, terutama untuk kebutuhan pokok sehari-hari.

Ia menambahkan, kebakaran hutan dan lahan dapat memperburuk kondisi lingkungan karena tidak hanya menghasilkan asap, tetapi juga berdampak terhadap kualitas serta ketersediaan sumber air.

Ajak Warga Cegah Karhutla

DLH Kotim mengajak seluruh masyarakat berperan aktif mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan dengan tidak membuka maupun membersihkan lahan menggunakan api selama musim kemarau.

Marjuki menegaskan, upaya pencegahan karhutla membutuhkan partisipasi seluruh elemen masyarakat agar kualitas lingkungan tetap terjaga.

“Peran masyarakat sangat penting dalam mencegah karhutla. Dengan tidak melakukan pembakaran lahan dan lebih peduli terhadap lingkungan, kita dapat bersama-sama menjaga kualitas udara dan mengurangi dampak musim kemarau,” tegasnya. (ktr-2)

Editor : Slamet Harmoko
sampit kotim kalteng kabut asap