Tak Hanya Jaga TPA, DLH Kotim Siapkan Tangki Air untuk Warga Terdampak Kekeringan

M. Akbar • Dipublikasikan Selasa, 4 Agustus 2026 | 14:46 WIB
Tak Hanya Jaga TPA, DLH Kotim Siapkan Tangki Air untuk Warga Terdampak Kekeringan
Tak Hanya Jaga TPA, DLH Kotim Siapkan Tangki Air untuk Warga Terdampak Kekeringan

 

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menyiagakan satu unit mobil tangki air untuk membantu penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sekaligus mendistribusikan air bersih kepada masyarakat yang terdampak kekeringan selama musim kemarau.

Kepala DLH Kotim, Marjuki, mengatakan pihaknya memiliki dua unit mobil tangki air. Satu unit difungsikan untuk mendukung operasional di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA), sedangkan satu unit lainnya disiapkan sebagai armada siaga yang dapat diterjunkan sewaktu-waktu sesuai kebutuhan.

“Kami memiliki dua mobil tangki. Satu unit selalu standby di TPA, sedangkan satu unit lainnya siap membantu apabila ada kebutuhan yang mendesak. Kami juga sudah melaporkan kesiapan ini kepada tim posko,” katanya, Selasa (4/8).

Menurut Marjuki, mobil tangki tersebut akan dioperasikan secara terpadu bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat), serta Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Mentaya.

 Selain membantu pemadaman karhutla, armada itu juga disiapkan untuk menyuplai air bersih kepada warga apabila terjadi krisis air akibat kemarau.

Meski demikian, ia menegaskan TPA tetap menjadi prioritas pengawasan selama musim kemarau. Pasalnya, tumpukan sampah menghasilkan gas metana yang mudah terbakar ketika kondisi cuaca sangat kering.

“TPA kami siram setiap pagi dan sore. Gas metana dari sampah cukup tinggi sehingga rawan memicu kebakaran. Selain penyiraman, tim kami juga rutin menutup timbunan sampah agar risikonya bisa ditekan,” terangnya.

Marjuki menambahkan, keberadaan satu unit mobil tangki cadangan diharapkan dapat memperkuat kesiapsiagaan pemerintah daerah dalam menghadapi dampak musim kemarau, baik untuk penanganan karhutla maupun membantu masyarakat yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih.

“Kami siap bergabung dan berkoordinasi dengan BPBD, Damkarmat, maupun Perumdam Tirta Mentaya apabila sewaktu-waktu dibutuhkan,” tegasnya.

Seiring diberlakukannya status tanggap darurat karhutla dan kekeringan di Kotim, sejumlah perangkat daerah terus meningkatkan kesiapsiagaan dengan menyiapkan personel, sarana, dan peralatan untuk mengantisipasi potensi kebakaran serta dampak kekeringan yang diperkirakan masih berlangsung dalam beberapa bulan ke depan. (ktr-2)

Editor : Slamet Harmoko
DLH Kotim kekeringan kebakaran lahan