Setelah Bertahun-tahun Menunggu, Warga Kapuk dan Pantap Segera Nikmati Listrik PLN

M. Akbar • Dipublikasikan Jumat, 31 Juli 2026 | 17:51 WIB
Camat Mentaya Hulu, Edison, optimistis seluruh desa di Kecamatan Mentaya Hulu dapat menikmati layanan listrik PLN pada tahun ini.  (Akbar/Radar Sampit)
Camat Mentaya Hulu, Edison, optimistis seluruh desa di Kecamatan Mentaya Hulu dapat menikmati layanan listrik PLN pada tahun ini. (Akbar/Radar Sampit)

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com - Penantian panjang masyarakat Desa Kapuk dan Desa Pantap, Kecamatan Mentaya Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), untuk menikmati layanan listrik PLN segera berakhir.

Berdasarkan informasi dari Unit Pelaksana Proyek Ketenagalistrikan (UP2K) Kalimantan Tengah, aliran listrik ditargetkan mulai menyala pada Agustus 2026 setelah pembangunan jaringan dan instalasi memasuki tahap akhir.

Camat Mentaya Hulu, Edison mengatakan, saat ini seluruh jaringan utama telah terpasang, sedangkan pekerjaan yang masih berlangsung adalah penyambungan instalasi ke rumah-rumah warga sebelum dilakukan penyalaan.

“Informasi dari UP2K Kalteng, listrik untuk Desa Kapuk dan Desa Pantap akan menyala pada Agustus ini. Jaringan sudah terpasang semua, sekarang tinggal proses penyambungan instalasi ke rumah-rumah warga,” ucapnya, Jumat (31/7).

Menurut Edison, pembangunan jaringan listrik di kedua desa berjalan tanpa kendala berarti. Permasalahan yang sebelumnya berkaitan dengan akses jaringan di kawasan perkebunan kelapa sawit telah diselesaikan berkat dukungan perusahaan yang beroperasi di wilayah tersebut.

“Alhamdulillah, sementara ini tidak ada permasalahan lagi. Semua sudah aman karena mendapat dukungan dari pihak korporasi. Sekarang tinggal proses dari PLN hingga listrik benar-benar menyala,” tambahnya.

Ia menambahkan, pemasangan instalasi rumah telah dimulai dan penyalaan hanya menunggu pemasangan gardu distribusi (trafo). Setelah itu, listrik dapat langsung dialirkan ke rumah-rumah warga.

Di Desa Kapuk, sambungan listrik diperkirakan melayani lebih dari 400 rumah, sedangkan di Desa Pantap sekitar 200 rumah. Jumlah tersebut belum termasuk sambungan ke fasilitas perusahaan sehingga total pelanggan diperkirakan mencapai lebih dari 500 sambungan.

Edison menjelaskan, sebelum jaringan PLN masuk, sebagian besar masyarakat mengandalkan pembangkit listrik tenaga surya, genset, maupun mesin diesel untuk memenuhi kebutuhan listrik sehari-hari.

Kehadiran listrik PLN diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut.

Selain itu, pemerintah telah mendata warga kurang mampu untuk mendapatkan bantuan pemasangan sambungan rumah secara gratis melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Khusus di Desa Kapuk, biaya pemasangan instalasi rumah juga dibantu melalui dana koperasi desa sehingga masyarakat tidak dibebani biaya.

“Masyarakat Desa Kapuk tidak perlu membayar karena dibantu melalui dana koperasi desa. Ini sangat membantu dan tidak membebani warga,” ungkapnya.

Di sisi lain, pembangunan jaringan listrik di Kecamatan Mentaya Hulu juga terus berlanjut menuju Desa Kawan Batu dan Desa Baampah. Edison mengungkapkan, pemerintah kecamatan terus mengawal agar seluruh program elektrifikasi yang telah direncanakan tetap direalisasikan sesuai jadwal.

Ia optimistis seluruh desa di Kecamatan Mentaya Hulu dapat menikmati layanan listrik PLN pada tahun ini.

“Harapan kami, seluruh desa di Mentaya Hulu sudah terpasang jaringan listrik dan semuanya dapat segera menikmati aliran listrik PLN. Mudah-mudahan target penyalaan pada Agustus ini dapat terealisasi,” pungkasnya.  (ktr-2)

Editor : Slamet Harmoko
Desa Pantap Desa Kapuk listrik pln