PLN Targetkan Program Listrik 14 Desa di Kotim Rampung Tahun Ini

M. Akbar • Dipublikasikan Jumat, 31 Juli 2026 | 00:00 WIB
Kepala PLN ULP Sampit, Raditya Fahmi Bachtiar, berharap pembangunan jaringan listrik di 14 desa program 2026 selesai sesuai target pada tahun ini.  (Akbar/Radar Sampit)
Kepala PLN ULP Sampit, Raditya Fahmi Bachtiar, berharap pembangunan jaringan listrik di 14 desa program 2026 selesai sesuai target pada tahun ini. (Akbar/Radar Sampit)

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com - Program listrik desa di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terus dipercepat. PT PLN (Persero) menargetkan pembangunan jaringan listrik di 14 desa yang masuk program tahun 2026 dapat diselesaikan pada tahun ini sebagai bagian dari upaya meningkatkan rasio desa berlistrik di Kalimantan Tengah.

Kepala PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Sampit, Raditya Fahmi Bachtiar, mengatakan dua desa, yakni Desa Tumbang Koling dan Desa Tumbang Batu, telah mencapai progres 100 persen. Sementara pembangunan jaringan di desa-desa lainnya masih terus berlangsung.

“Secara target, kami memang diminta melakukan percepatan pembangunan listrik desa di Kalimantan Tengah. Mudah-mudahan seluruh program yang sedang berjalan dapat diselesaikan pada tahun ini,” ujarnya, Kamis (30/7).

Raditya mengakui, tantangan terbesar dalam pelaksanaan program tersebut adalah kondisi akses jalan menuju lokasi pembangunan. Pengangkutan tiang listrik dan material jaringan kerap terkendala medan yang sulit dilalui.

Selain itu, pembangunan jaringan yang melintasi kawasan hutan maupun wilayah tertentu juga memerlukan koordinasi dengan berbagai pihak. Menurutnya, kendala tersebut umumnya berkaitan dengan jalur jaringan yang melewati kawasan berhutan atau vegetasi yang memerlukan penataan.

“Pada prinsipnya pembangunan listrik desa mengedepankan asas kemanfaatan bagi masyarakat. Kalau jalur jaringan melewati kawasan tertentu, kami koordinasikan terlebih dahulu agar pelaksanaannya tetap sesuai ketentuan,” tambahnya.

Ia menjelaskan, program listrik desa ditangani oleh Unit Pelaksana Proyek Ketenagalistrikan (UP2K) Kalimantan Tengah. PLN juga terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait perkembangan pelaksanaan program maupun kendala yang dihadapi di lapangan.

“Harapan kami seluruh program listrik desa yang telah dianggarkan dapat diselesaikan tahun ini sehingga rasio desa berlistrik di Kalimantan Tengah terus meningkat,” ucapnya.

Sebanyak 14 desa yang masuk program pembangunan listrik tahun 2026 meliputi Desa Tumbang Batu, Tumbang Getas, Tumbang Torung, Tumbang Tawan, Tumbang Saluang, Tewai Hara, Tumbang Sapia, Lunuk Bagantung, Tumbang Payang, Tumbang Kania, Tumbang Koling, Selucing, Pantap, dan Kapuk.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur menargetkan seluruh desa di wilayahnya telah menikmati aliran listrik pada 2027. Asisten II Setda Kotim, Rody Kamislam, mengatakan percepatan tersebut didukung tambahan anggaran dari PLN Pusat sehingga jumlah desa yang masuk program listrik desa tahun ini meningkat dari semula satu desa menjadi 14 desa.

“Awalnya pada 2026 hanya satu desa. Namun, setelah ada tambahan anggaran dari PLN Pusat, jumlahnya bertambah menjadi 14 desa,” katanya, beberapa waktu lalu.

Dari total 168 desa di Kotim, masih terdapat 25 desa yang belum menikmati aliran listrik. Dengan terealisasinya program di 14 desa tahun ini, tersisa 11 desa yang ditargetkan mendapat layanan listrik pada 2027.

Menurut Rody, percepatan program masih menghadapi sejumlah tantangan, di antaranya perizinan jalur jaringan yang melintasi kawasan perkebunan maupun wilayah berizin usaha, serta kondisi jalan menuju desa yang belum memadai. Karena itu, pemerintah daerah mendorong kolaborasi antara pemerintah desa, kecamatan, organisasi perangkat daerah (OPD), dan perusahaan melalui program tanggung jawab sosial (CSR) untuk mendukung perbaikan akses menuju lokasi pembangunan jaringan listrik.  (ktr-2)

Editor : Slamet Harmoko
PLN ULP Sampit listrik masuk desa PLN Sampit