SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) tidak hanya menghanguskan vegetasi.
Satwa liar juga mulai menjadi korban, terutama ular sanca yang banyak ditemukan mati atau terbakar di kawasan yang dilanda kebakaran.
Kepala Resort BKSDA Resort Sampit Muriansyah, mengungkapkan hingga saat ini laporan satwa liar yang paling banyak terdampak berasal dari kelompok reptil.
"Ya, banyak memang ular yang terbakar. Biasanya jenis ular sawa atau sanca kembang," kata Muriansyah saat dikonfirmasi, Jumat (31/7).
Meski demikian, hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan adanya satwa dilindungi seperti beruang madu maupun orangutan yang menjadi korban kebakaran.
"Sementara belum ada laporan beruang atau orangutan yang menjadi korban," ujarnya.
Muriansyah juga menyebut, berbeda dengan musim kemarau pada beberapa tahun sebelumnya, hingga kini belum ada laporan meningkatnya kemunculan satwa liar ke permukiman akibat karhutla.
"Belum ada juga laporan kemunculan satwa dalam beberapa waktu setelah karhutla mulai marak di Kotim," tambahnya.
Karhutla di Kotim memang terus meluas dalam beberapa pekan terakhir. Berdasarkan data BPBD Kotim per 30 Juli 2026, petugas telah menangani 138 kejadian karhutla dengan total luas lahan terbakar mencapai 300,3113 hektare.
Kecamatan Pulau Hanaut menjadi wilayah dengan luas lahan terbakar terbesar, yakni 82,65 hektare, disusul Mentawa Baru Ketapang 68,457 hektare dan Baamang 61,7113 hektare. Sementara dari sisi penanganan kejadian, Mentawa Baru Ketapang mencatat jumlah terbanyak, yakni 54 kejadian, diikuti Baamang 51 kejadian.
Meningkatnya kejadian karhutla mendorong Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur menetapkan Status Tanggap Darurat Karhutla dan Kekeringan selama 28 hari, mulai 30 Juli hingga 26 Agustus 2026. Status tersebut diberlakukan agar penanganan di lapangan dapat dilakukan lebih cepat, termasuk membuka peluang meminta dukungan dari pemerintah provinsi maupun pusat apabila kondisi semakin memburuk.
Bagi satwa liar, kebakaran tidak hanya menghanguskan habitat, tetapi juga memutus sumber pakan dan jalur jelajah. Ular menjadi salah satu satwa yang paling rentan karena kerap bersembunyi di semak belukar dan vegetasi bawah yang lebih dahulu dilalap api.
Meski belum ditemukan laporan korban dari satwa dilindungi seperti orangutan maupun beruang madu, BKSDA tetap mengimbau masyarakat segera melapor apabila menemukan satwa liar yang terluka, terjebak, atau memasuki kawasan permukiman akibat dampak karhutla. (oes)
Editor : Slamet Harmoko