SAMPIT, radarsampit.jawapos.com - Kehadiran Sekolah Rakyat di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) disambut penuh haru dan syukur oleh para wali murid.
Mereka menilai program pendidikan gratis tersebut menjadi harapan baru bagi keluarga kurang mampu karena membuka kesempatan bagi anak-anak untuk memperoleh pendidikan yang layak tanpa terbebani biaya.
Salah seorang wali murid, Ahmad, mengaku sengaja menyekolahkan anaknya di Sekolah Rakyat jenjang SMP agar dapat belajar mandiri sekaligus memperoleh pendidikan yang lebih baik.
“Anak saya sekolah di jenjang SMP. Saya ingin dia lebih mandiri,” ujarnya usai menghadiri Pembukaan Pra MPLS Tahun Ajaran 2026/2027 di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) I Kotim, Kamis (30/7).
Ahmad mengatakan seluruh kebutuhan pendidikan di Sekolah Rakyat diberikan secara gratis. Menurutnya, kebijakan tersebut sangat membantu kondisi ekonomi keluarga.
“Gratis semua, jadi sangat meringankan beban kami sebagai orang tua,” katanya.
Hal senada disampaikan wali murid lainnya, Mastika. Ia menilai kehadiran Sekolah Rakyat menjadi solusi bagi masyarakat kurang mampu yang selama ini kesulitan membiayai pendidikan anak.
“Program ini sangat membantu orang tua yang kurang mampu. Anak-anak yang sebelumnya tidak bisa sekolah, sekarang punya kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan,” ujarnya.
Menurut Mastika, selain bebas biaya, Sekolah Rakyat juga menerapkan pembinaan karakter dan kedisiplinan. Para siswa tinggal di asrama dengan aturan yang ketat, termasuk pembatasan penggunaan telepon genggam yang hanya diperbolehkan pada hari tertentu.
“Semuanya gratis sehingga sangat meringankan beban orang tua. Anak-anak juga dididik disiplin, tidak bebas keluar, dan penggunaan telepon genggam dibatasi. Mereka hanya boleh memegang HP pada hari Minggu,” jelasnya.
Ia berharap Sekolah Rakyat mampu melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, moral, dan integritas yang kuat.
“Harapan saya, mereka menjadi generasi penerus bangsa yang jujur, bertanggung jawab, dan tidak melakukan korupsi jika suatu saat dipercaya menjadi pemimpin,” ucapnya.
Menurut Mastika, kecerdasan harus dibarengi dengan nilai keimanan dan akhlak yang baik agar para lulusan mampu mengemban amanah dengan jujur dan memberi manfaat bagi masyarakat.
Selain itu, Mastika juga mengapresiasi pemerintah atas hadirnya Sekolah Rakyat. Ia berharap program tersebut terus berlanjut sehingga semakin banyak anak dari keluarga kurang mampu yang dapat mengenyam pendidikan dan meraih masa depan yang lebih baik. (ktr-2)
Editor : Slamet Harmoko