SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Balita menjadi kelompok usia yang paling banyak terserang Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) seiring menurunnya kualitas udara akibat kabut asap.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kotim mencatat kasus ISPA meningkat 87 kasus dalam sepekan, dari 490 kasus pada pekan ke-28 menjadi 577 kasus pada pekan ke-29.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kotim, Nugroho Kuncoro Yudho, mengatakan balita lebih rentan mengalami gangguan saluran pernapasan karena daya tahan tubuh mereka belum sekuat orang dewasa. Paparan partikel asap dapat memicu batuk, pilek, hingga sesak napas.
Baca Juga: Krisis Air Bersih, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan Mulai Salurkan Bantuan ke Desa-Desa
"Terjadi peningkatan sebanyak 87 kasus dalam satu minggu. Mayoritas penderita ISPA masih didominasi kelompok balita," ujarnya.
Ia mengimbau para orang tua membatasi aktivitas anak di luar rumah saat kabut asap mulai pekat. Jika terpaksa beraktivitas di luar, anak dianjurkan menggunakan masker untuk mengurangi paparan partikel asap.
Sebagai langkah pencegahan, Dinkes Kotim membagikan masker kepada masyarakat selama 27–29 Juli. Sebanyak 12.000 masker dewasa dan 3.000 masker anak disalurkan di Pasar Al Kamal serta lima persimpangan utama Kota Sampit sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perlindungan diri saat kualitas udara memburuk.
Baca Juga: Kualitas Udara Memburuk, Disdik Palangka Raya Terapkan PJJ untuk PAUD dan SD Kelas 1-3
Selain menggunakan masker, masyarakat juga diimbau memperbanyak konsumsi air putih, mengurangi aktivitas di luar ruangan, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala ISPA.
Dinkes Kotim terus memantau perkembangan kualitas udara dan tren penyakit melalui seluruh puskesmas agar dampak kabut asap, terutama terhadap balita, dapat ditekan. (yn/fm)
Editor : Farid Mahliyannor