Awal Agustus, Gelombang Laut Diprakirakan Naik di Jalur Pelayaran Kotim

Usay Nor Rahmad • Dipublikasikan Rabu, 29 Juli 2026 | 15:03 WIB
Perahu nelayan saat sandar di Pasar Ikan Mentaya Sampit. (Dok. Usay Nor Rahmad/Radar Sampit) 
Perahu nelayan saat sandar di Pasar Ikan Mentaya Sampit. (Dok. Usay Nor Rahmad/Radar Sampit) 

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Kondisi perairan di wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) diprakirakan mulai mengalami peningkatan tinggi gelombang memasuki awal Agustus 2026.

Berdasarkan prakiraan cuaca maritim Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas III Iskandar, gelombang di Perairan Teluk Sampit dan Kuala Pembuang berpotensi mencapai 1,25 hingga 2,5 meter.

Kondisi tersebut diperkirakan terjadi mulai 31 Juli hingga 1 Agustus 2026, setelah sebelumnya tinggi gelombang berada pada kisaran 0,5 hingga 1,25 meter.

Di Perairan Teluk Sampit, cuaca didominasi kondisi berawan hingga berawan tebal. Kecepatan angin diprakirakan berkisar 12 sampai 17 knot dengan embusan angin (gust) mencapai 25 knot. Kecepatan arus laut berada di kisaran 0,78 hingga 1,56 knot, sementara suhu permukaan laut sekitar 28 derajat Celsius.

Kondisi serupa juga diprakirakan terjadi di Perairan Kuala Pembuang. Kecepatan angin berkisar 14 hingga 18 knot dengan embusan maksimum mencapai 26 knot. Tinggi gelombang juga diprediksi meningkat menjadi 1,25 hingga 2,5 meter, sedangkan arus laut berada pada kisaran 0,80 hingga 1,62 knot.

Meski cuaca secara umum masih didominasi awan dan belum terdapat indikasi cuaca ekstrem, peningkatan tinggi gelombang perlu menjadi perhatian bagi nelayan, operator kapal penyeberangan, kapal angkut barang, maupun pengguna transportasi laut lainnya yang beraktivitas di wilayah pesisir Kotim.

Selain tinggi gelombang yang meningkat, embusan angin yang mencapai lebih dari 20 knot juga berpotensi memengaruhi stabilitas kapal berukuran kecil, terutama saat berlayar di perairan terbuka.

BMKG mengimbau seluruh pengguna jasa transportasi laut agar selalu memantau perkembangan informasi cuaca maritim sebelum berlayar dan menyesuaikan aktivitas pelayaran dengan kondisi cuaca terkini.

Prakiraan tersebut berlaku hingga Sabtu, 1 Agustus 2026, sehingga masyarakat pesisir dan pelaku usaha perikanan diharapkan meningkatkan kewaspadaan selama periode tersebut, terutama apabila tinggi gelombang mulai meningkat sesuai prakiraan. (oes)

Editor : Slamet Harmoko
cuaca buruk sampit kotim gelombang laut kalteng