Sekolah Negeri Tanpa Murid Terancam Ditutup

Yuni Pratiwi Iskandar • Dipublikasikan Senin, 27 Juli 2026 | 19:28 WIB
Murid baru saat mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Pelajaran 2026/2027 di SMP Negeri 1 Sampit, Senin (13/7).  (Akbar/Radar Sampit)
Murid baru saat mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Pelajaran 2026/2027 di SMP Negeri 1 Sampit, Senin (13/7). (Akbar/Radar Sampit)

 

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mulai menyiapkan evaluasi terhadap sekolah dasar (SD) negeri yang mengalami kekurangan peserta didik. Sekolah yang tidak lagi memiliki murid berpotensi ditutup sebagai bagian dari penataan layanan pendidikan agar lebih efektif dan efisien.

Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kotim Umar Kaderi mengatakan, evaluasi dilakukan melalui pemetaan menyeluruh terhadap sekolah-sekolah yang mengalami penurunan jumlah siswa. Langkah tersebut diperlukan untuk mengetahui kondisi riil di lapangan sebelum pemerintah mengambil kebijakan lebih lanjut.

“Bagi SD yang muridnya sangat sedikit atau tidak ada, siswanya akan kita alihkan ke SD terdekat. Evaluasi dan pemetaan akan segera kita lakukan,” kata Umar, Senin (27/7).

Menurut Umar, sekolah yang masih memiliki jumlah peserta didik sangat sedikit akan dikaji keberlanjutannya. Jika memungkinkan, siswa akan dialihkan ke sekolah negeri terdekat agar tetap memperoleh layanan pendidikan yang optimal.

Ia menegaskan, pemerintah tidak menutup kemungkinan menonaktifkan sekolah yang sudah tidak memiliki aktivitas belajar mengajar. Kebijakan tersebut dinilai perlu dilakukan agar anggaran operasional dapat dimanfaatkan secara lebih efektif untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan di sekolah yang masih aktif.

“Kalau memang sudah tidak ada murid lagi, sekolah tersebut bisa kita tutup untuk mengurangi pengeluaran biaya operasional daerah. Namun, semuanya tentu akan didahului dengan evaluasi dan pemetaan secara menyeluruh,” tegasnya.

Umar menambahkan, penataan sekolah tidak semata-mata bertujuan melakukan efisiensi anggaran, tetapi juga memastikan seluruh peserta didik memperoleh layanan pendidikan yang lebih baik. Setiap kebijakan akan mempertimbangkan akses pendidikan bagi masyarakat, termasuk ketersediaan sekolah terdekat yang dapat menampung siswa sebelum keputusan penutupan diberlakukan. (yn/yit)

 

Editor : Heru Prayitno
sekolah kotawaringin timur