SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Mentaya Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) telah menyalurkan sekitar 30.000 liter air bersih kepada masyarakat di wilayah selatan yang terdampak krisis air akibat musim kemarau.
Bantuan tersebut diberikan secara cuma-cuma untuk memenuhi kebutuhan dasar warga di desa-desa yang belum atau belum sepenuhnya terjangkau jaringan perpipaan.
Direktur Perumdam Tirta Mentaya melalui Kepala Seksi Hukum dan Humas, Natalis Daud, mengatakan distribusi air bersih telah dilakukan sejak empat hari terakhir dan akan terus berlanjut sesuai kebutuhan masyarakat.
"Kami sudah mulai menyalurkan air bersih sejak empat hari lalu. Total yang sudah disalurkan sejauh ini sekitar 30.000 liter dan pendistribusiannya dilakukan secara bertahap," ujarnya, Jumat (24/7).
Menurut Natalis, distribusi dilakukan menggunakan satu unit mobil tangki berkapasitas 5.000 liter yang beroperasi dua hingga tiga kali dalam sehari. Penentuan lokasi penyaluran dilakukan melalui koordinasi dengan kepala desa dan ketua RT agar bantuan dapat tepat sasaran.
Sejauh ini, bantuan telah disalurkan ke sebagian wilayah Desa Samuda Kecil dan Desa Parebok yang belum sepenuhnya terlayani jaringan Perumdam, serta Desa Lampuyang dan Desa Kuin Permai yang belum memiliki akses layanan air perpipaan.
Selain itu, Perumdam juga menerima permohonan resmi dari Camat Teluk Sampit untuk memenuhi kebutuhan air bersih di enam desa, yakni Parebok, Basawang, Regei Lestari, Kuin Permai, Lampuyang, dan Ujung Pandaran. Berdasarkan usulan tersebut, kebutuhan air bersih di wilayah tersebut diperkirakan mencapai 240.000 liter per pekan.
Namun, upaya distribusi masih menghadapi kendala keterbatasan armada. Saat ini, Perumdam hanya dapat mengoperasikan satu mobil tangki untuk kegiatan sosial karena tiga armada lainnya tetap digunakan untuk melayani distribusi air kepada pelanggan.
"Kalau seperti tahun-tahun sebelumnya, kami berharap ada dukungan armada dari perusahaan swasta maupun BPBD. Kami sudah berkoordinasi dengan BPBD dan mereka menyatakan siap membantu sesuai kebutuhan," kata Natalis.
Selain dukungan armada, Perumdam juga berharap pemerintah daerah dapat membantu pembiayaan operasional, terutama untuk kebutuhan bahan bakar minyak (BBM), mengingat penyaluran air bersih diperkirakan masih akan berlangsung hingga Oktober selama musim kemarau.
Meski menghadapi berbagai keterbatasan, Natalis memastikan Perumdam Tirta Mentaya tetap berkomitmen membantu masyarakat yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih.
"Kami siap membantu menyediakan air bersih sebanyak yang dibutuhkan masyarakat. Produksi air kami mencapai sekitar 230 liter per detik sehingga masih mencukupi untuk melayani pelanggan sekaligus membantu wilayah yang mengalami kekeringan," pungkasnya. (Ktr-2)
Editor : Slamet Harmoko