RADARSAMPIT.JAWAPOS.COM – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menegaskan komitmennya untuk terus memajukan pasar rakyat agar tetap mampu bersaing di tengah pesatnya perkembangan perdagangan modern dan transformasi digital.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui peningkatan sarana dan prasarana, penguatan tata kelola pasar, pembinaan pedagang, hingga mendorong pemanfaatan teknologi digital dalam aktivitas perdagangan.
Komitmen itu disampaikan Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kotim, Rody Kamislam, saat membuka Musyawarah Wilayah (Muswil) Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Provinsi Kalimantan Tengah di Sampit, Senin (20/7).
Menurut Rody, pasar rakyat memiliki peran strategis sebagai penggerak ekonomi kerakyatan. Selain menjadi pusat transaksi jual beli, pasar rakyat juga menjadi wadah berkembangnya usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sekaligus sumber penghidupan bagi ribuan masyarakat.
“Pasar rakyat memiliki peran yang sangat penting sebagai penggerak ekonomi kerakyatan. Karena itu, keberadaannya harus terus diperkuat agar tetap menjadi pilihan masyarakat meski di tengah pesatnya perkembangan perdagangan modern,” ujarnya.
Ia menilai transformasi digital tidak seharusnya dipandang sebagai ancaman bagi pedagang pasar tradisional. Sebaliknya, perkembangan teknologi perlu dimanfaatkan sebagai peluang untuk meningkatkan daya saing dan memperluas jangkauan usaha.
“Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur berkomitmen mendukung pengembangan pasar rakyat melalui peningkatan sarana dan prasarana, penguatan tata kelola, pembinaan para pedagang, serta mendorong pemanfaatan teknologi digital dalam kegiatan perdagangan,” katanya.
Rody menegaskan, pasar rakyat yang dikelola secara profesional dan adaptif terhadap perkembangan zaman akan memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Karena itu, ia mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari organisasi pedagang, pelaku usaha, hingga pemerintah, untuk memperkuat kolaborasi dalam menciptakan pasar yang bersih, aman, nyaman, tertib, dan tetap mempertahankan nilai-nilai kearifan lokal.
Menurutnya, sinergi yang kuat antara pemerintah dan pelaku pasar menjadi kunci agar pasar rakyat tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang di tengah persaingan dengan pusat perbelanjaan modern dan platform perdagangan digital.
Dalam kesempatan tersebut, Rody juga berharap Muswil APPSI Provinsi Kalimantan Tengah mampu menghasilkan berbagai rekomendasi strategis untuk memperkuat organisasi pedagang serta mempererat kemitraan dengan pemerintah daerah.
“Saya berharap Muswil APPSI Provinsi Kalimantan Tengah dapat menghasilkan rekomendasi yang konstruktif, memperkuat soliditas organisasi, serta mempererat kemitraan dengan pemerintah daerah dalam mewujudkan pasar rakyat yang semakin maju, berdaya saing, dan menjadi kebanggaan masyarakat Kalimantan Tengah,” pungkasnya. (Ktr-2)
Editor : Slamet Harmoko