SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Kepanikan menyelimuti penghuni sebuah rumah di Gang Saresehan, Jalan Kuningan, Kelurahan Ketapang, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Minggu (19/7/2026). Seekor ular kobra jawa atau Si Naja tiba-tiba muncul di halaman rumah dan bersembunyi di bawah tumpukan keramik.
Merasa keselamatan keluarga terancam, pemilik rumah, Nazwa, segera menghubungi Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kabupaten Kotawaringin Timur untuk meminta bantuan evakuasi.
Komandan Regu III Disdamkarmat Kotim, Supriansyah, mengatakan laporan diterima petugas sekitar pukul 08.20 WIB. Dua menit kemudian, tim rescue langsung bergerak menuju lokasi.
"Setelah menerima laporan, petugas langsung menuju lokasi. Sesampainya di sana, kami diarahkan pemilik rumah ke halaman samping. Saat dilakukan pencarian, ular ditemukan bersembunyi di bawah tumpukan keramik dan langsung kami lakukan evakuasi," kata Supriansyah.
Petugas tiba di lokasi sekitar pukul 08.41 WIB dan segera melakukan penanganan. Posisi ular yang berada di sela-sela tumpukan keramik membuat proses evakuasi harus dilakukan secara hati-hati agar tidak memicu serangan dari reptil berbisa tersebut.
Evakuasi berlangsung menegamenegangkan, salah seorang petugas dipatuk ular berbisa mematikan itu.
Setelah beberapa menit melakukan pencarian dan pengamanan, petugas akhirnya berhasil mengevakuasi ular kobra jawa (Naja sputatrix) tanpa menimbulkan korban.
Operasi penyelamatan selesai pada pukul 08.55 WIB. Selanjutnya, tim kembali ke Markas Komando Disdamkarmat Kotim pada pukul 09.24 WIB untuk melanjutkan tugas piket.
Dalam operasi tersebut, tim dipimpin Komandan Regu III Supriansyah bersama personel Dwi Rudiyanto, Bambang Arie Wibowo, Septian Nurdin Sutanto, dan Rodiyah.
Supriansyah mengimbau masyarakat agar tidak mencoba menangkap ular berbisa secara mandiri apabila menemukannya di lingkungan rumah.
"Jika menemukan ular berbisa, segera laporkan kepada petugas. Jangan mencoba menangkap sendiri karena sangat berisiko membahayakan keselamatan," tegasnya.
Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut. Keberhasilan evakuasi ini sekaligus menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih waspada, terutama saat musim kemarau ketika satwa liar seperti ular kerap keluar dari habitatnya dan masuk ke kawasan permukiman. (oes)
Editor : Slamet Harmoko