SAMPIT, radarsampit.jawapos.com - Petani di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dipastikan masih aman dari ancaman gagal panen meski musim kemarau mulai melanda wilayah tersebut.
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kotim menyebut tantangan terbesar justru diperkirakan muncul setelah masa panen berakhir, ketika petani mulai memasuki musim tanam berikutnya.
Kepala DPKP Kotim, Yephi Hartadi Periyanto, mengatakan hingga pertengahan Juli 2026 belum ada laporan gagal panen. Sebagian besar lahan pertanian saat ini masih berada dalam masa panen berkat langkah antisipasi yang telah dilakukan sejak beberapa bulan lalu.
“Informasi gagal panen belum ada. Kemarau memang baru mulai dan langkah antisipasi sudah dilakukan beberapa bulan sebelumnya. Saat ini petani tinggal menunggu masa panen,” ujarnya, Kamis (16/7).
Menurut Yephi, potensi kendala diperkirakan mulai dirasakan pada akhir Juli hingga awal Agustus, saat petani kembali memasuki musim tanam. Penurunan debit air di saluran irigasi serta mulai masuknya air asin ke sejumlah kawasan pertanian dikhawatirkan menghambat proses penanaman.
“Kondisi saluran irigasi yang mulai mengering dan masuknya air asin ke sejumlah wilayah pertanian berpotensi menghambat proses penanaman kembali,” tambahnya.
Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, pemerintah daerah tengah memproses bantuan irigasi perpipaan dan irigasi pompa dari pemerintah pusat. Fasilitas itu diharapkan dapat segera dimanfaatkan guna memenuhi kebutuhan air bagi lahan pertanian pada musim tanam Agustus hingga September mendatang.
Yephi menjelaskan, persoalan utama yang dihadapi saat ini bukan pada hasil panen, melainkan menurunnya debit air di jaringan irigasi primer dan sekunder. Di beberapa lokasi bahkan telah terjadi intrusi air laut yang menyebabkan air menjadi asin sehingga tidak lagi optimal digunakan untuk mengairi sawah.
Sebagai solusi, pemerintah berencana memanfaatkan sumber air dari sumur dalam yang akan dialirkan melalui jaringan perpipaan ke lahan pertanian. Langkah tersebut diharapkan mampu menjaga ketersediaan air selama musim kemarau.
Dengan dukungan sarana irigasi yang sedang dipersiapkan, DPKP optimistis musim tanam berikutnya tetap dapat berlangsung sesuai jadwal. Pemerintah daerah juga berharap produktivitas pertanian di Kotim tetap terjaga meski menghadapi ancaman kekeringan pada musim kemarau tahun ini. (ktr-2)
Editor : Slamet Harmoko