SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menggelar gladi kesiapsiagaan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan simulasi tanpa skenario untuk menguji respons nyata personel menghadapi kondisi darurat.
Kepala Pelaksana BPBD Kotim, Multazam mengatakan metode tersebut sengaja diterapkan agar kemampuan personel dan kesiapan peralatan dapat dinilai secara objektif.
"Kita ingin melihat kesiapan sesungguhnya. Karena itu ada gladi yang menggunakan skenario dan ada juga yang tanpa skenario," ujarnya, Rabu (15/7/2026).
Baca Juga: Hotspot Kotim Tembus 300 Titik, Juli Jadi Bulan Terparah
Dari hasil evaluasi sementara, kesiapsiagaan personel dinilai masih perlu ditingkatkan. Multazam memberi nilai tiga dari skala lima, menandakan kemampuan petugas masih harus terus diasah menghadapi potensi karhutla yang mulai meningkat.
Meski demikian, BPBD tetap menerapkan standar waktu tanggap yang ketat. Setelah menerima laporan, personel ditargetkan sudah bergerak menuju lokasi kebakaran dalam waktu maksimal lima menit.
Baca Juga: Deteksi Dini dan Edukasi Masyarakat Kunci Cegah Karhutla
Gladi tersebut digelar seiring meningkatnya ancaman karhutla pada musim kemarau. Sehari sebelumnya, petugas telah menangani lima titik kebakaran yang berhasil dipadamkan sebelum meluas.
Kegiatan ini juga melibatkan perusahaan pemegang konsesi yang membawa peralatan pemadaman. Menurut Multazam, kolaborasi dengan dunia usaha dan masyarakat menjadi kunci agar penanganan karhutla dapat dilakukan lebih cepat dan efektif.
"Kalau eskalasi karhutla meningkat, tentu kami tidak bisa bekerja sendiri. Dukungan perusahaan dan masyarakat sangat diperlukan agar penanganan kebakaran bisa lebih cepat dan efektif," tegasnya. (yn/fm)
Editor : Farid Mahliyannor