Radar Utama Kalteng Metropolis Si Ongol Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Ancaman Karhutla Masih Mengintai Kotim, BMKG Catat Tujuh Titik Panas dan Hujan Belum Berpotensi Turun

Usay Nor Rahmad • Senin, 13 Juli 2026 | 10:40 WIB
Peta potensi kemudahan kebakaran di Kalimantan, berwarna merah menandakan status sangat mudah terbakar. (BMKG Stasiun Meteorologi H Asan Sampit) 
Peta potensi kemudahan kebakaran di Kalimantan, berwarna merah menandakan status sangat mudah terbakar. (BMKG Stasiun Meteorologi H Asan Sampit) 

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) masih belum mereda. Memasuki Senin (13/7), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali mendeteksi tujuh titik panas (hotspot) di tiga kecamatan.

Di saat yang sama, prakiraan cuaca menunjukkan wilayah Kotim masih belum berpotensi diguyur hujan hingga Selasa (14/7/2026 ) pagi.

Berdasarkan pembaruan rekapitulasi hotspot BMKG yang diakses pukul 07.00 WIB, tujuh titik panas tersebut tersebar di Kecamatan Kota Besi, Parenggean, dan Telawang.

Kecamatan Kota Besi menjadi wilayah dengan titik panas terbanyak, yakni tiga hotspot yang berada di Desa Soren, Kelurahan Kota Besi Hulu, dan Desa Pamalian. Sementara Kecamatan Parenggean tercatat memiliki dua hotspot di Desa Tehang, salah satunya dengan tingkat kepercayaan mencapai level 9 atau kategori tinggi. Adapun dua hotspot lainnya berada di Desa Tanah Putih, Kecamatan Telawang.

Seluruh titik panas tersebut terpantau oleh satelit NOAA20 dan TERRA dengan tingkat kepercayaan antara level 8 hingga 9, sehingga memerlukan perhatian serius sebagai indikator awal potensi terjadinya kebakaran lahan.

Kondisi tersebut diperkuat dengan analisis parameter cuaca BMKG yang menunjukkan sebagian besar wilayah Kalimantan Tengah, termasuk Kotim, masih berada pada kategori sangat mudah terbakar pada 13 hingga 14 Juli 2026.

Tidak hanya itu, berdasarkan model prediksi cuaca numerik BMKG, wilayah Kotim juga tidak berpotensi mengalami pertumbuhan awan hujan mulai Senin (13/7/2026 ) pukul 07.00 WIB hingga Selasa (14/7) pukul 07.00 WIB. Kondisi ini membuat peluang turunnya hujan yang dapat membantu membasahi lahan dalam waktu dekat sangat kecil.

Kombinasi cuaca kering, minimnya potensi hujan, serta masih munculnya sejumlah hotspot membuat risiko kebakaran hutan dan lahan diperkirakan tetap tinggi dalam beberapa hari ke depan.

Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan dengan tidak membuka lahan menggunakan cara membakar, tidak membuang puntung rokok sembarangan, serta segera melaporkan apabila menemukan titik api agar penanganan dapat dilakukan sejak dini.

Situasi ini juga menjadi perhatian bagi pemerintah daerah dan seluruh unsur penanggulangan bencana untuk terus meningkatkan patroli serta upaya pencegahan, terutama di wilayah yang selama beberapa hari terakhir berulang kali terdeteksi memiliki titik panas. (oes)

Editor : Slamet Harmoko
#titik panas #karhutla kotim #BMKG Kotim #karhutla