SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) masih jauh dari kata aman. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali mendeteksi puluhan titik panas (hotspot) di sejumlah wilayah Kotim.
Kondisi tersebut diperparah dengan prakiraan cuaca yang menunjukkan belum adanya potensi hujan dalam dua hari ke depan.
Berdasarkan pembaruan Stasiun Meteorologi H. Asan Kotim yang dirilis pada Jumat (10/7/2026) pukul 07.00 WIB, tercatat sedikitnya 31 hotspot dalam 24 jam terakhir.
Titik panas itu tersebar di lima kecamatan, yakni Kota Besi, Mentawa Baru Ketapang, Cempaga, Cempaga Hulu, dan Tualan Hulu.
Sebaran terbanyak masih berada di Kecamatan Kota Besi, khususnya di Desa Soren dan Desa Camba. Selain itu, hotspot juga terpantau di Kelurahan Ketapang, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Desa Rubung Buyung, Kecamatan Cempaga, Desa Bukit Batu, Kecamatan Cempaga Hulu, serta Desa Sebungsu, Kecamatan Tualan Hulu.
Seluruh titik panas yang terdeteksi memiliki tingkat kepercayaan tinggi sehingga berpotensi kuat berkaitan dengan aktivitas kebakaran di lapangan.
BMKG juga mengingatkan bahwa hampir seluruh wilayah Kalimantan Tengah, termasuk Kabupaten Kotawaringin Timur, masih berada pada kategori sangat mudah terbakar berdasarkan analisis parameter cuaca untuk periode 10 hingga 11 Juli 2026.
Kondisi tersebut dipengaruhi cuaca kering yang berlangsung dalam beberapa waktu terakhir. Minimnya curah hujan menyebabkan vegetasi dan lahan, terutama kawasan gambut, menjadi sangat rentan terbakar ketika terpapar sumber api.
Yang lebih mengkhawatirkan, prakiraan pertumbuhan awan hujan untuk periode 10 Juli pukul 07.00 WIB hingga 11 Juli pukul 07.00 WIB menunjukkan wilayah Kotawaringin Timur secara umum tidak berpotensi mengalami pertumbuhan awan hujan.
Artinya, peluang turunnya hujan yang diharapkan dapat membantu proses pemadaman karhutla masih sangat kecil.
Situasi ini diperkirakan akan membuat penanganan karhutla semakin berat. Sebelumnya, BPBD Kotim bersama BNPB telah mengerahkan dua helikopter water bombing untuk memadamkan kebakaran yang telah berlangsung selama beberapa hari di Desa Eka Bahurui, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang.
Operasi pemadaman dari udara juga masih difokuskan pada sejumlah titik api yang sulit dijangkau melalui jalur darat.
Dengan kondisi cuaca yang masih kering, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan pembakaran lahan dalam bentuk apa pun.
Warga juga diimbau segera melaporkan apabila menemukan titik api agar penanganan dapat dilakukan secepat mungkin sebelum kebakaran meluas. (oes)
Editor : Slamet Harmoko