SAMPIT, radarsampit.jawapos.com - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) telah berkoordinasi dengan PT PLN terkait masih terjadinya pemadaman listrik di sejumlah wilayah.
Langkah tersebut dilakukan untuk mendorong perbaikan keandalan jaringan agar aktivitas masyarakat, dunia usaha, dan pelayanan publik tidak terus terganggu.
Bupati Kotim, Halikinnor, mengatakan pemerintah daerah telah menyampaikan berbagai keluhan masyarakat kepada pimpinan PLN, termasuk dampak pemadaman terhadap sektor ekonomi dan pelayanan pemerintahan.
“Kami sudah menghubungi pimpinan PLN. Dari penjelasan mereka, pemadaman disebabkan beberapa gangguan nonteknis, seperti pohon yang mengenai jaringan, gangguan pada jaringan listrik, hingga adanya hewan yang menyebabkan aliran listrik terganggu,” ucap Halikinnor, Selasa (7/7).
Meski demikian, Halikinnor meminta PLN terus meningkatkan keandalan jaringan agar frekuensi pemadaman dapat diminimalkan. Menurutnya, pasokan listrik yang stabil sangat penting untuk menunjang aktivitas masyarakat.
Ia menjelaskan, pemadaman listrik tidak hanya menghambat kegiatan pelaku usaha yang bergantung pada listrik, tetapi juga berpotensi merusak peralatan elektronik akibat aliran listrik yang tidak stabil.
Karena itu, Halikinnor juga mengajak masyarakat mendukung upaya pemeliharaan jaringan listrik, salah satunya dengan mengizinkan pemangkasan dahan pohon yang berpotensi mengganggu jaringan.
“Kalau ada pohon yang dahannya sudah mendekati jaringan listrik, sebaiknya dipangkas agar tidak menimbulkan gangguan yang berujung pada pemadaman,” katanya.
Halikinnor mengakui pemadaman bergilir turut berdampak pada pelayanan publik di lingkungan pemerintah daerah. Meskipun sejumlah kantor telah dilengkapi generator set (genset), tetap terdapat jeda waktu sebelum pasokan listrik cadangan dapat berfungsi.
“Memang ada genset, tetapi ketika listrik padam tetap ada jeda sebelum genset menyala. Kondisi itu membuat pelayanan sedikit terganggu, meski kami upayakan tidak berlangsung lama,” jelasnya.
Ia berharap koordinasi yang telah dilakukan dengan PLN dapat segera membuahkan hasil sehingga gangguan listrik dapat diminimalkan. Dengan pasokan listrik yang lebih andal, aktivitas masyarakat, dunia usaha, dan pelayanan publik di Kotim diharapkan dapat berjalan lebih lancar. (Ktr-2)
Editor : Slamet Harmoko