SAMPIT, radarsampit.jawapos.com - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi lonjakan penyakit seiring musim kemarau yang diperkirakan berlangsung lebih panjang dan lebih panas tahun ini.
Berbagai langkah antisipasi telah disiapkan, mulai dari penyediaan masker, obat-obatan, hingga peningkatan kesiapsiagaan seluruh fasilitas pelayanan kesehatan.
Kepala Dinkes Kotim, Umar Kaderi, mengatakan pihaknya telah menginstruksikan seluruh puskesmas, puskesmas pembantu, dan fasilitas kesehatan lainnya untuk bersiap menghadapi dampak musim kemarau maupun potensi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
“Dalam beberapa minggu terakhir kita sudah mulai memasuki musim kemarau. Berdasarkan informasi BMKG dan BPBD, tahun ini kemarau diperkirakan cukup panjang dan lebih panas. Karena itu kami telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi,” ujarnya, Senin (6/7).
Menurut Umar, Dinkes telah menyiapkan stok masker sebagai langkah antisipasi apabila terjadi kabut asap, sekaligus memastikan ketersediaan obat-obatan dan tenaga kesehatan di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan.
“Kami sudah menyiapkan masker, obat-obatan, serta menginstruksikan seluruh fasilitas kesehatan agar siap mengantisipasi penyakit yang dipicu musim kemarau maupun karhutla,” tambah Umar.
Ia menjelaskan, penyakit yang perlu diwaspadai selama musim kemarau meliputi infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), diare, dan penyakit kulit.
Oleh karena itu, masyarakat diminta menerapkan pola hidup bersih dan sehat agar terhindar dari berbagai gangguan kesehatan.
“Kami mengimbau masyarakat menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah, tetap berolahraga untuk menjaga daya tahan tubuh, serta mengonsumsi makanan bergizi,” pintanya.
Selain itu, lanjut Umar, pihaknya juga telah memetakan wilayah yang berpotensi mengalami peningkatan kasus diare selama musim kemarau.
Petugas kesehatan di lapangan juga rutin memberikan penyuluhan kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, kualitas air bersih, dan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).
“Teman-teman di lapangan sudah mengetahui wilayah yang berpotensi mengalami peningkatan kasus diare sehingga bisa lebih dini memberikan edukasi kepada masyarakat,” kata Umar.
Ia memastikan stok obat-obatan di seluruh fasilitas kesehatan dalam kondisi aman dan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama musim kemarau.
“Alhamdulillah stok obat-obatan sudah kami siapkan. Pengadaannya juga mengacu pada kebutuhan berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya,” tuturnya.
Melalui peningkatan kesiapsiagaan tersebut, Dinkes Kotim berharap masyarakat semakin waspada terhadap dampak musim kemarau dengan menerapkan pola hidup sehat serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala penyakit agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin. (ktr-2/sla)
Editor : Slamet Harmoko