Radar Utama Kalteng Metropolis Si Ongol Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Dalam Sepekan 11 Hektare Lahan di Kotim Ludes Terbakar

Usay Nor Rahmad • Minggu, 5 Juli 2026 | 13:00 WIB
Kebakaran Lahan di wilayah Desa Eka Bahurui, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, baru-baru ini. (BPBD Kotim)
Kebakaran Lahan di wilayah Desa Eka Bahurui, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, baru-baru ini. (BPBD Kotim)

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai menunjukkan peningkatan di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) seiring menguatnya musim kemarau. 

Dalam beberapa hari pertama Juli 2026, luas lahan yang terbakar telah mendekati 11 hektare dan tersebar di sejumlah kecamatan.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim, Multazam, mengatakan luasan tersebut merupakan akumulasi dari beberapa kejadian kebakaran sejak awal pekan.

"Sejak hari Selasa, total luas lahan yang terbakar sudah mendekati 11 hektare," ujarnya, Minggu (5/7/2026).

Menurut Multazam, hasil pemantauan menggunakan pesawat nirawak (drone) menunjukkan dua titik kebakaran di Kecamatan Mentaya Hulu dengan luas sekitar tiga hektare.

Sementara di Desa Ganepo, Kecamatan Seranau, api membakar lahan sekitar empat hektare.

Kebakaran terbesar lainnya terjadi di kawasan Jalan Ir Soekarno, Kecamatan Baamang, yang berada tidak jauh dari Bandara H Asan Sampit.

Di lokasi tersebut, sekitar empat hektare lahan sempat terbakar sebelum akhirnya berhasil dikendalikan oleh tim gabungan.

Beruntung, upaya pemadaman yang dilakukan BPBD bersama TNI, Polri, Manggala Agni, relawan, dan masyarakat mampu mencegah api meluas ke permukiman maupun kawasan vital di sekitar bandara.

Multazam menjelaskan, cuaca yang didominasi hari tanpa hujan membuat vegetasi dan lahan gambut mulai mengering sehingga sangat mudah terbakar. Kondisi tersebut diperparah embusan angin yang mempercepat penyebaran api.

"Petugas terus memantau perkembangan titik api di lapangan agar kebakaran dapat segera dikendalikan dan tidak meluas," katanya.

Selain melakukan pemadaman, BPBD juga meningkatkan patroli darat dan pemantauan udara untuk mendeteksi kemunculan titik panas sejak dini.

Wilayah yang memiliki hamparan gambut dan semak belukar menjadi prioritas pengawasan karena memiliki tingkat kerawanan tinggi selama musim kemarau.

BPBD juga terus berkoordinasi dengan berbagai instansi untuk mempercepat penanganan apabila muncul kebakaran baru. Langkah tersebut diharapkan mampu menekan perluasan area terdampak sekaligus meminimalkan risiko munculnya kabut asap.

Multazam mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan maupun membersihkan kebun dengan cara membakar. Menurutnya, api yang awalnya kecil dapat dengan cepat menjalar, terutama pada lahan gambut yang kering.

"Kami mengimbau seluruh masyarakat agar tidak menggunakan api untuk membuka lahan ataupun membersihkan kebun. Pencegahan merupakan langkah yang paling efektif untuk menghindari kerugian akibat karhutla," tegasnya.

Ia juga meminta masyarakat segera melaporkan apabila melihat titik api atau kepulan asap agar petugas dapat bergerak cepat sebelum kebakaran meluas.

Dengan kondisi kemarau yang diperkirakan masih berlangsung, BPBD menilai kewaspadaan seluruh pihak menjadi kunci untuk mencegah karhutla berkembang menjadi bencana yang lebih besar. (oes)

Editor : Slamet Harmoko
#sampit #kotim #kalteng #karhutla #kebakaran lahan