SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Pembangunan tiga ruas jalan berstatus jalan provinsi di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) pada tahun 2026 dinilai menjadi langkah penting untuk memperkuat konektivitas antarwilayah.
DPRD Kotim berharap realisasi proyek tersebut mampu membuka akses masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kotim Rinie mengatakan, kepastian pembangunan diperoleh setelah pihaknya melakukan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) terkait sejumlah usulan infrastruktur yang sebelumnya telah disampaikan.
Baca Juga: Perkuat Kapasitas Posyantek di Desa, Dorong Inovasi Teknologi Tepat Guna
"Di provinsi kemarin kami sempat menanyakan kembali janji gubernur terkait pembangunan Jalan Terantang yang tembus ke Cempaka Mulia. Dari informasi yang kami terima, ada tiga ruas jalan di Kotim yang mendapatkan kucuran anggaran dari Pemprov tahun ini," katanya.
Salah satu ruas yang memperoleh alokasi anggaran terbesar adalah Jalan HM Arsyad di kawasan Samuda dengan nilai sekitar Rp10 miliar. Sementara Jalan Terantang yang menghubungkan wilayah menuju Cempaka Mulia mendapat alokasi sekitar Rp2,5 miliar.
Rinie menjelaskan, pembangunan Jalan Terantang belum sepenuhnya dapat mengakomodasi kebutuhan di lapangan. Berdasarkan usulan yang telah disampaikan DPRD, ruas tersebut masih membutuhkan sekitar 21 unit box culvert agar akses jalan dapat berfungsi secara optimal.
Baca Juga: Fraksi PAN-PKS Minta Pemkab Bangun dan Perbaiki PJU di Titik Rawan
"Untuk Jalan Terantang memang mendapat anggaran, tetapi belum mencakup seluruh kebutuhan yang diusulkan. Tahun ini alokasinya sekitar Rp2,5 miliar dari pemerintah provinsi," ujarnya.
Ia menambahkan, Pemerintah Provinsi juga mengharapkan dukungan dari Pemerintah Kabupaten Kotim agar pembangunan Jalan Terantang dapat dilakukan secara bertahap hingga tuntas.
"Kami menyampaikan bahwa di ruas Jalan Terantang terdapat kebutuhan sekitar 21 box culvert. Informasinya, tidak semuanya bisa dianggarkan oleh provinsi, sehingga kabupaten juga diharapkan ikut berpartisipasi dalam pembiayaannya," tambahnya.
Baca Juga: Proses Khitan Tak Selalu Menakutkan, Bisa Sambil Main PlayStation, Pulangnya Dapat Hadiah
Untuk ruas jalan di Kecamatan Parenggean, Rinie mengaku belum menerima informasi detail mengenai titik yang akan ditangani. Meski demikian, ia memastikan pembangunan di wilayah tersebut telah masuk dalam program tahun 2026.
"Kalau yang di Parenggean saya belum mendapat informasi detail ruas mana yang akan dikerjakan. Tetapi yang jelas, pembangunan untuk tiga ruas jalan tersebut dipastikan akan dilaksanakan tahun ini," tegasnya.
Baca Juga: Inventarisasi Aset untuk Optimalkan Produksi Benih Ikan
Menurut Rinie, pembangunan infrastruktur jalan provinsi memiliki peran strategis dalam meningkatkan konektivitas antarwilayah di Kotim. Selain memperlancar mobilitas masyarakat, perbaikan akses jalan juga diharapkan mampu mempercepat distribusi hasil pertanian, perkebunan, dan aktivitas ekonomi lainnya.
"Kami berharap seluruh program yang sudah dianggarkan benar-benar terealisasi sesuai rencana sehingga manfaatnya bisa segera dirasakan masyarakat," harapnya. (ang/fm)
Editor : Farid Mahliyannor