SAMPIT,radarsampit.jawapos.com-Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terus memperkuat kapasitas kader Tim Penggerak (TP) PKK desa melalui kegiatan pembinaan dan pelatihan.
Seperti melalui pelatihan digelar di Desa Luwuk Bunter, Kecamatan Cempaga, Sabtu (27/6), yang difokuskan pada peningkatan ketahanan pangan keluarga serta pelestarian kuliner tradisional daerah.
Kegiatan yang digelar Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kotim itu, bagian dari komitmen Pemkab Kotim dalam meningkatkan kemampuan kader PKK agar semakin berperan aktif mendukung program pemberdayaan masyarakat.Sebelumnya, kegiatan serupa juga telah dilaksanakan di Desa Bajarum, Kecamatan Kotabesi, pada Jumat (26/6) lalu .
Kepala DPMD Kotim melalui Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat Desa, Saprudin, mengatakan, pembinaan tersebut diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader. Khususnya dalam pemanfaatan pangan lokal, penguatan ketahanan pangan keluarga, serta pelestarian makanan tradisional.
"Melalui pelatihan ini, kader PKK diharapkan memiliki kemampuan yang lebih baik sehinga dapatmenjadi penggerak pemberdayaan masyarakat di desa. Terutama dalam memanfaatkan potensi pangan lokal yang ada di lingkungan masing-masing," ujarnya.
Baca Juga: Pelatihan TP-PKK Tingkatkan Keterampilan Penyajian Kuliner Kader Desa di Kotawaringin Timur
Sementara itu, Ketua TP-PKK Kabupaten Kotim Khairiah Halikinnor mengapresiasi DPMD Kotim yang terus memfasilitasi peningkatan kapasitas kader PKK desa. Menurutnya, sinergi tersebut menjdai langkah penting dalam mewujudkan masyarakat desa yang mandiri , maju, dan sejahtera.
Ia memaparkan, salah satu fokus 10 Program Pokok PKK, khususnya Pokja III, adalah meningkatkan ketahanan pangan keluarga melalui pemanfaatan pangan lokal serta pengembangan keterampilan keluarga dalam mengolah makanan sehat, bergizi, beragam, dan seimnbang. Karena itu, pelestarian makanan tradisional perlu terus didorong agar tetap dikenal dan diminati generasi muda.
"Salah satunya adalah panganan Sukup Simpan yang merupakan kekayaan kuliner daerah. Keberadaanya perlu dijaga, dikenalkan kepada generasi muda, dan terus dikembangkan sebagai bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan berbasis potensi lokal," ujar Khairiah.
Dalam pelatihan tersebut, peserta tidak hanya menerima materi mengenai pengolahan panganan sukup simpan dari TP-PKK Kabupaten Kotim, tetapi juga dibekali teknik penyajian makanan prasmanan, lipatan daun, hingga seni menghias makanan atau garnish oleh narasumber dari SMK Negeri 3 Sampit.
Seluruh peserta pun mengikuti praktik langsung agar keterampilan yang diperoleh dapat diterapkan dalam kegiatan masyarakat, maupun menjadi peluang pengembangan usaha kuliner di desa. (soc/yn)
Editor : Agus Jaka Purnama