Kurang Literasi Keuangan, Masyarakat Rentan Jadi Korban Penipuan Investasi

M. Akbar • Dipublikasikan Rabu, 24 Juni 2026 | 14:55 WIB

 

 

Staf Ahli Bupati Kotim, Rafiq Riswandi, berharap masyarakat semakin memahami pentingnya perencanaan keuangan agar tidak mudah terjebak investasi ilegal yang merugikan.  (Akbar/Radar Sampit)
Staf Ahli Bupati Kotim, Rafiq Riswandi, berharap masyarakat semakin memahami pentingnya perencanaan keuangan agar tidak mudah terjebak investasi ilegal yang merugikan. (Akbar/Radar Sampit)

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com - Rendahnya literasi keuangan masih menjadi salah satu faktor yang membuat masyarakat rentan menjadi korban penipuan investasi dan aktivitas keuangan ilegal.

Karena itu, edukasi keuangan dinilai sangat penting untuk meningkatkan pemahaman masyarakat dalam mengelola keuangan secara aman.

Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Setda Kotim, Rafiq Riswandi, mengatakan perkembangan teknologi digital membuat informasi mengenai investasi semakin mudah diakses oleh masyarakat.

Namun, menurutnya, kemudahan tersebut harus diimbangi dengan pengetahuan yang memadai agar masyarakat tidak mudah tergiur tawaran investasi yang menjanjikan keuntungan besar dalam waktu singkat.

“Di era digital saat ini, informasi tentang keuangan dan investasi sangat mudah diakses. Namun kemudahan tersebut harus diiringi dengan pengetahuan yang cukup agar tidak terjebak aktivitas keuangan ilegal maupun penipuan investasi,” ujar Rafiq, Rabu (24/6).

Ia mengungkapkan masih banyak masyarakat yang menjadi korban investasi bermasalah akibat kurang memahami karakteristik investasi yang legal dan produktif.

Menurut Rafiq, kondisi tersebut menjadi alasan pentingnya pelaksanaan Sekolah Pasar Modal yang memberikan pemahaman mengenai berbagai instrumen investasi serta risiko yang menyertainya.

Melalui kegiatan tersebut, peserta dibekali kemampuan untuk membedakan investasi yang legal dengan aktivitas keuangan yang berisiko dan berpotensi merugikan.

Ia menilai generasi muda memiliki peran penting dalam menyebarkan informasi yang benar mengenai investasi kepada keluarga dan masyarakat sekitar.

“Edukasi seperti ini sangat penting agar masyarakat memiliki kemampuan untuk membedakan investasi yang legal dan produktif dengan aktivitas keuangan yang berisiko dan merugikan,” katanya.

Rafiq berharap semakin banyak masyarakat yang memahami pentingnya perencanaan keuangan sehingga tidak mudah terjebak dalam praktik investasi ilegal yang merugikan.  (ktr-2)

Editor : Slamet Harmoko
penipuan investasi literasi keuangan penipuan sampit kotim