SAMPIT, radarsampit.jawapos.com - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menetapkan delapan sektor prioritas sebagai fokus pembangunan daerah dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026.
Kebijakan tersebut dilakukan untuk memastikan program pembangunan daerah tetap selaras dengan prioritas pembangunan provinsi dan nasional.
Bupati Kotim, Halikinnor, mengatakan arah pembangunan daerah harus disusun secara terintegrasi agar memperoleh dukungan anggaran dan fasilitasi dari pemerintah yang lebih tinggi.
“Untuk menentukan sasaran pembangunan ekonomi, Pemerintah Kabupaten Kotim harus menyinkronkan dengan sasaran pembangunan nasional. Prioritas pembangunan kabupaten harus sejalan dengan prioritas pembangunan provinsi dan nasional,” ujarnya, belum lama ini.
Menurut Halikinnor, sinkronisasi tersebut penting agar pembangunan daerah dapat berjalan lebih efektif dan memberikan dampak langsung bagi masyarakat.
Ia menjelaskan, dalam APBD Tahun Anggaran 2026 pemerintah daerah memfokuskan alokasi anggaran pada sejumlah sektor strategis yang dinilai berpengaruh terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Sektor prioritas tersebut meliputi pendidikan, kesehatan, infrastruktur, pariwisata dan pelestarian budaya, penanggulangan bencana dan pelestarian lingkungan, penguatan ekonomi kerakyatan, penguatan pemerintahan desa, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta tata kelola pemerintahan yang baik, bersih, dan berwibawa.
Selain mendukung pertumbuhan ekonomi, berbagai program yang dijalankan juga tetap mengacu pada pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang menjadi kewajiban pemerintah daerah.
Halikinnor menegaskan bahwa peningkatan kualitas layanan pendidikan dan kesehatan masih menjadi perhatian utama karena berkaitan langsung dengan kualitas hidup masyarakat.
Di sisi lain, pembangunan infrastruktur dan penguatan ekonomi kerakyatan juga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus membuka peluang usaha dan lapangan kerja baru bagi masyarakat.
“Kami terus berupaya memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat melalui program-program prioritas yang telah disusun dalam APBD dengan tetap memperhatikan kebutuhan dan kondisi daerah,” tutup Halikinnor. (ktr-2)
Editor : Slamet Harmoko