SAMPIT, radarsampit.jawapos.com - Wakil Bupati Kotawaringin Timur (Kotim), Irawati, mengajak masyarakat untuk mulai mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dan membiasakan memilah sampah dari rumah sebagai langkah sederhana menjaga kebersihan lingkungan.
Menurut Irawati, perubahan kebiasaan sehari-hari menjadi salah satu kunci dalam mengurangi volume sampah sekaligus menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman bagi masyarakat.
“Menjaga kebersihan lingkungan merupakan bagian dari budaya hidup yang harus ditanamkan dan dilaksanakan secara berkelanjutan,” kata Irawati, Sabtu (20/6).
Ia menegaskan, persoalan sampah dan lingkungan tidak dapat diselesaikan oleh pemerintah daerah semata. Diperlukan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk dunia usaha dan komunitas, untuk bersama-sama menjaga kebersihan serta kelestarian lingkungan.
Karena itu, Irawati mengajak masyarakat memulai dari langkah-langkah sederhana yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, seperti mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, memilah sampah dari sumbernya, tidak membuang sampah sembarangan, serta aktif mengikuti kegiatan pelestarian lingkungan.
“Menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan menjadi peran semua pihak, tidak hanya pemerintah daerah tetapi juga seluruh elemen masyarakat,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan para pelaku usaha agar ikut bertanggung jawab terhadap pengelolaan sampah di lingkungan usahanya sesuai ketentuan yang berlaku.
Menurut Irawati, Pemerintah Kabupaten Kotim berkomitmen menjaga kebersihan lingkungan dan melestarikan sumber daya alam demi mewujudkan daerah yang bersih, sehat, dan nyaman untuk generasi sekarang maupun generasi mendatang.
Sementara itu, data Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kotim menunjukkan volume sampah yang diangkut ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) dari depo-depo sampah di Kecamatan Baamang dan Mentawa Baru Ketapang mencapai sekitar 77 ton per hari.
Kepala DLH Kotim, Marjuki, menjelaskan timbunan sampah di Kecamatan Baamang mencapai sekitar 40,985 ton per hari. Dari jumlah tersebut, sekitar 38,5 ton diangkut ke TPA dan sisanya dikelola langsung dari sumber.
Di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, timbunan sampah mencapai sekitar 57,546 ton per hari. Dari jumlah itu, sekitar 19 ton telah dikelola dari sumber, sedangkan sekitar 38,5 ton lainnya diangkut ke TPA.
Marjuki menilai peningkatan kesadaran masyarakat dalam mengurangi dan memilah sampah merupakan langkah penting untuk mengatasi persoalan sampah yang terus meningkat.
“Mari kita kurangi produksi sampah dari sumbernya, tingkatkan pemilahan, dan dorong pengelolaan sampah yang lebih baik. Kotim yang bersih hanya bisa terwujud apabila kita semua bergerak bersama,” ajak Marjuki.
Pemerintah daerah berharap kebiasaan memilah sampah dan mengurangi penggunaan plastik dapat semakin tumbuh di tengah masyarakat sehingga volume sampah yang masuk ke TPA dapat ditekan dan kualitas lingkungan di Kotim terus terjaga. (Ktr-2)
Editor : Slamet Harmoko