SAMPIT, radarsampit.jawapos.com -Kecamatan Baamang menargetkan kembali masuk lima besar pada Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) tahun 2026.
Target tersebut disampaikan menyusul hasil MTQ sebelumnya yang menempatkan Kecamatan Baamang di luar enam besar.
Hal itu disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Camat Baamang, Yudi Aprianur, saat membuka MTQ ke-57 dan Festival Seni Qasidah (FSQ) tingkat Kecamatan Baamang 2026 yang digelar di Kelurahan Baamang Hilir, Jumat (19/6).
“Berdasarkan laporan dari LPTQ, pada MTQ terakhir Kecamatan Baamang berada di luar enam besar. Padahal selama ini Baamang dikenal sebagai salah satu kecamatan yang hampir selalu masuk tiga besar, bahkan pernah menjadi juara umum,” ujarnya.
Menurut Yudi, capaian tersebut menjadi perhatian serius mengingat Kecamatan Baamang selama ini dikenal memiliki banyak lembaga pendidikan keagamaan dan pondok pesantren.
Oleh karena itu, ia berharap pelaksanaan MTQ tingkat kecamatan dapat menjadi momentum untuk meningkatkan prestasi kafilah Baamang.
“Saya meminta kepada dewan hakim dan LPTQ agar tahun ini paling tidak kita bisa kembali masuk lima besar terlebih dahulu. Kalau target itu tercapai, tahun depan kita berharap Baamang kembali menjadi tiga besar di tingkat kabupaten,” tambahnya.
Yudi menilai MTQ tingkat kecamatan tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga proses seleksi untuk menjaring peserta terbaik yang akan mewakili Kecamatan Baamang pada MTQ tingkat Kabupaten Kotim yang dijadwalkan berlangsung di Kecamatan Mentaya Hulu pada September 2026.
Untuk itu, para peserta yang berhasil meraih juara nantinya akan mendapatkan pembinaan secara berkelanjutan agar mampu bersaing di tingkat yang lebih tinggi.
“Setelah kegiatan ini selesai, para juara akan dibina lagi. Mereka harus terus diasah dan dipersiapkan agar siap menghadapi MTQ tingkat kabupaten,” tuturnya.
Pembinaan tersebut akan menjadi tanggung jawab Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kecamatan Baamang dengan melibatkan dewan hakim dan para pembina yang memiliki kompetensi di bidang tilawah, tahfidz, maupun cabang lomba lainnya.
Yudi mengungkapkan, panitia juga masih menemukan beberapa cabang lomba yang minim peserta.
Kondisi tersebut akan menjadi bahan evaluasi agar pada pelaksanaan berikutnya seluruh cabang dapat terisi dan diikuti lebih banyak peserta.
Meski demikian, ia optimistis potensi yang dimiliki Kecamatan Baamang masih sangat besar untuk kembali bersaing di tingkat kabupaten.
“Bagi kami semua cabang merupakan unggulan. Yang terpenting sekarang adalah bagaimana mempersiapkan kafilah dengan baik agar target lima besar dapat tercapai dan prestasi Baamang bisa kembali meningkat,” tutup Yudi. (ktr-2)
Editor : Slamet Harmoko