SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Nama Siyono yang belakangan disebut-sebut masuk dalam bursa calon Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dipastikan belum memenuhi persyaratan untuk maju dalam Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar.
Hal tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD Partai Golkar Kotim, Supriadi MT. Menurutnya, terdapat sejumlah ketentuan organisasi yang wajib dipenuhi setiap kandidat yang ingin maju sebagai calon ketua.
“Syarat utama Golkar saat ini selain pernah satu periode dalam kepengurusan, juga harus memiliki jabatan strategis, baik di eksekutif maupun legislatif,” kata Supriadi.
Ia menjelaskan, Siyono merupakan kader baru Partai Golkar dan belum pernah masuk dalam struktur kepengurusan partai pada periode sebelumnya. Karena itu, yang bersangkutan belum memenuhi syarat untuk mencalonkan diri pada Musda mendatang.
“Iya, belum memenuhi syarat. Namun beliau bisa masuk sebagai pengurus untuk mengikuti kompetisi lima tahun ke depan, baik melalui jalur eksekutif maupun legislatif,” ujarnya.
Menurut Supriadi, kesempatan untuk maju sebagai calon ketua terbuka bagi seluruh kader yang memenuhi ketentuan organisasi, termasuk memiliki pengalaman dalam kepengurusan partai.
Baca Juga: Ghana Menang Dramatis atas Panama
“Silakan saja kader yang merasa siap dan memiliki posisi jabatan baik eksekutif maupun legislatif serta pernah menjadi pengurus di berbagai tingkatan,” katanya.
Terkait pelaksanaan Musda Golkar Kotim, Supriadi menyebut hingga kini belum ada jadwal resmi yang ditetapkan. Saat ini, DPD Golkar Kotim masih melakukan verifikasi kepesertaan Musda, baik dari unsur pengurus maupun organisasi kemasyarakatan pendiri dan yang didirikan partai.
“Belum kita jadwalkan Musda. Saat ini masih tahap verifikasi kepesertaan, baik pengurus maupun ormas,” pungkasnya.
Baca Juga: Inggris Pertama, Kroasia Juru Kunci, Klasemen Sementara Grup L Piala Dunia 2026
Sementara itu, Sekretaris DPD Partai Golkar Kotim, Joni Abdi mengatakan persiapan pelaksanaan Musda XI terus berjalan. Bahkan, DPD Golkar Kotim telah membentuk panitia pelaksana untuk menyukseskan agenda lima tahunan tersebut.
“DPD Partai Golkar Kotim sudah membentuk panitia pelaksana Musda XI,” ujarnya.
Meski demikian, jadwal pelaksanaan Musda masih menunggu penetapan dari DPD Partai Golkar Provinsi Kalimantan Tengah.
Baca Juga: Grup L Piala Dunia 2026: Inggris Bungkam Kroasia 4-2
Joni menegaskan, seluruh proses pencalonan Ketua DPD Golkar Kotim akan mengacu pada mekanisme yang diatur dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) serta petunjuk pelaksanaan partai.
“Untuk calon-calon Ketua DPD, semua ada mekanismenya yang diatur dalam AD/ART dan petunjuk pelaksanaan partai,” tegasnya.
Ia menambahkan, Golkar Kotim tidak kekurangan kader yang dinilai mampu membawa partai menjadi lebih baik ke depan. Seluruh kader memiliki kesempatan yang sama sepanjang memenuhi persyaratan organisasi.
Baca Juga: PNS Kalteng Diingatkan Jangan Rusak Citra Pemerintah
Beberapa nama yang dinilai memiliki kapasitas untuk memimpin Golkar Kotim di antaranya H Rudianur, Riskon Fabiansyah, Hj Darmawati, H Abdul Kadir, Eddy Sabarudin, Hj Rakhmawati, H Rahadian Fani, dan Irwan Tulus Subakti.
“Untuk Golkar Kotim, semua kader memiliki kesempatan yang sama. Kami tidak kekurangan kader yang mampu membawa Golkar menjadi lebih baik,” katanya.
Terkait kemungkinan munculnya calon dari luar kader internal, Joni menegaskan Partai Golkar tetap berpegang pada aturan yang berlaku. Salah satu syarat utama calon ketua adalah pernah menjadi pengurus Partai Golkar sesuai jenjang kepengurusan yang ditentukan.
Baca Juga: Agustiar: Penggunaan Uang Rakyat Harus Tepat Sasaran
“Perihal calon dari eksternal, Golkar berpegang teguh pada aturan yang mengikat. Salah satu syarat calon ketua adalah pernah menjadi pengurus Golkar pada tingkatan yang dipersyaratkan,” tandasnya.
Sebelumnya, nama Siyono sempat disebut sejumlah pihak sebagai figur yang layak diperhitungkan untuk memimpin Golkar Kotim. Namun, berdasarkan ketentuan yang berlaku di internal partai, mantan camat tersebut belum dapat maju sebagai calon ketua karena belum memiliki pengalaman dalam struktur kepengurusan Partai Golkar. (ang/fm)
Editor : Farid Mahliyannor