Kekurangan Tenaga Kesehatan di Pedalaman Jadi Tantangan Pelayanan Kesehatan Kotim

M. Akbar • Dipublikasikan Kamis, 18 Juni 2026 | 15:57 WIB
Kepala Dinkes Kotim, Umar Kaderi
Kepala Dinkes Kotim, Umar Kaderi

 

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com - Keterbatasan tenaga kesehatan (nakes) di wilayah pedalaman masih menjadi tantangan dalam upaya meningkatkan kualitas dan pemerataan pelayanan kesehatan di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).

Pemerintah daerah pun terus berupaya memenuhi kebutuhan sumber daya manusia kesehatan, terutama di fasilitas kesehatan yang mengalami kekurangan tenaga.

Kepala Dinas Kesehatan Kotim, Umar Kaderi, mengatakan salah satu fasilitas kesehatan yang saat ini menjadi prioritas pemenuhan tenaga kesehatan adalah Puskesmas Antang Kalang II.

Puskesmas hasil pemekaran dari Puskesmas Tumbang Kalang tersebut dalam waktu dekat akan mulai beroperasi, namun masih mengalami kekurangan tenaga kesehatan.

“Bangunannya sudah tersedia, tetapi tenaga kesehatannya masih kurang. Ini menjadi salah satu prioritas yang harus segera dipenuhi,” kata Umar, Kamis (18/6).

Menurut Umar, kebutuhan yang paling mendesak saat ini adalah dokter umum dan dokter gigi. Selain itu, sejumlah fasilitas kesehatan di wilayah pedalaman juga masih kekurangan tenaga farmasi, tenaga gizi, tenaga teknologi laboratorium medik, serta tenaga kesehatan masyarakat.

Ia menjelaskan, keterbatasan tenaga kesehatan menjadi kendala tersendiri dalam memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat, khususnya di daerah yang jauh dari pusat perkotaan.

“Selain Antang Kalang II, masih ada beberapa fasilitas kesehatan di wilayah pedalaman yang membutuhkan tambahan tenaga kesehatan sesuai kompetensinya,” jelasnya.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemerintah Kabupaten Kotim menjalankan program penugasan khusus tenaga kesehatan guna mengisi kekosongan SDM di fasilitas kesehatan yang membutuhkan.

Langkah tersebut dilakukan agar pelayanan kesehatan tetap berjalan dan masyarakat di wilayah terpencil memperoleh akses layanan yang setara dengan masyarakat di wilayah perkotaan.

Umar menegaskan, pemenuhan tenaga kesehatan merupakan bagian penting dalam mendukung program prioritas pemerintah daerah di sektor kesehatan, termasuk peningkatan kualitas layanan kesehatan dasar dan percepatan penurunan angka stunting.

“Program kesehatan menjadi prioritas pemerintah daerah. Bagaimana pelayanan kesehatan semakin baik dan angka stunting bisa turun, tentunya membutuhkan dukungan tenaga dokter, dokter gigi, maupun tenaga kesehatan lainnya,” tambahnya.

Ia berharap kebutuhan tenaga kesehatan di wilayah pedalaman dapat dipenuhi secara bertahap sehingga kualitas pelayanan kesehatan semakin merata di seluruh wilayah Kotim.

Dengan terpenuhinya tenaga kesehatan sesuai kebutuhan, pemerintah daerah optimistis target peningkatan layanan kesehatan dan upaya percepatan penurunan stunting dapat berjalan lebih efektif serta memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.  (ktr-2)

Editor : Slamet Harmoko
kesehatan tenaga kesehatan sampit kotim