SAMPIT,radarsampit.jawapos.com-Bursa calon Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mulai mencuat. Nama Siyono pun muncul menjadi salah satu sosok yang dinilai layak diperhitungkan sebagai figur yang mampu membawa partai itu lebih kompetitif menghadapi kontestasi politik 2029 mendatang.
Hal itu seperti diungkapkan seorang Pengamat hukum dan politik Kotim, Bambang Nugroho. Dirinya menilai DPD Golkar Kotim membutuhkan sosok pemimpin yang tidak hanya memahami dinamika organisasi partai, tetapi juga memiliki pengalaman kepemimpinan yang teruji di lapangan serta kedekatan dengan masyarakat.
Menurutnya, selama ini Golkar Kotim selalu mampu mempertahankan posisi strategis di DPRD Kotim. Namun, kekuatan tersebut belum sepenuhnya berbanding lurus dengan kemampuan partai dalam melahirkan kader yang siap bertarung dan memenangkan kontestasi kepala daerah.
“Golkar sebenarnya memiliki basis politik yang kuat. Hampir setiap periode mampu mengamankan kursi unsur pimpinan DPRD. Namun tantangan ke depan bukan hanya menjaga kursi legislatif, melainkan menyiapkan figur yang memiliki daya saing tinggi dalam perebutan jabatan eksekutif,” ujar Bambang, Rabu (17/6/2026).
Dirinya pun menilai, Siyono menjadi salah satu figur yang memiliki modal lengkap untuk memimpin Golkar Kotim. Berbekal pengalaman panjang sebagai birokrat sebelum terjun ke dunia politik, Siyono dinilai memahami tata kelola pemerintahan sekaligus kebutuhan masyarakat di akar rumput.
Menurut Bambang, mantan camat tersebut dianggap memiliki rekam jejak kepemimpinan yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Pengalamannya memimpin wilayah, berinteraksi langsung dengan masyarakat, hingga mengambil keputusan strategis di pemerintahan menjadi nilai tambah yang tidak dimiliki semua kader partai.
Baca Juga: Jaya Samaya Monong Kembali Pimpin DPD Golkar Gunung Mas
“Kalau berbicara kapasitas memimpin, Siyono sudah melalui proses yang panjang. Dari lurah, camat, hingga terjun ke politik praktis. Pengalaman itu membentuk karakter kepemimpinan yang matang dan teruji,” ujarnya.
Bambang juga menyoroti keputusan Siyono yang rela meninggalkan jabatan birokrasi untuk maju dalam Pilkada Kotim 2024/2025 lalu. Langkah tersebut dinilai sebagai bentuk keberanian politik sekaligus bukti keseriusannya mengabdi kepada masyarakat melalui jalur politik.
Meski belum berhasil memenangkan Pilkada, Bambang menilai pencapaian Siyono tidak bisa dianggap gagal. Justru sebaliknya, dukungan dan simpati publik yang berhasil diraih menunjukkan bahwa Siyono memiliki magnet politik yang cukup kuat.
“Tidak mudah membangun kepercayaan masyarakat dalam waktu singkat. Fakta bahwa beliau mampu memperoleh dukungan yang cukup besar menunjukkan ada penerimaan publik yang nyata terhadap sosoknya,” urai Bambang.
Ia menambahkan, ketua Golkar ke depan harus mampu mengonsolidasikan kader, menjaga soliditas, sekaligus memperluas basis dukungan masyarakat. “Saya melihat kapasitas itu ada pada Siyono,” tandasnya. (ang/gus)
Editor : Agus Jaka Purnama