SAMPIT, radarsampit.jawapos.com - Pemerintah Kecamatan Mentaya Hulu mengusulkan perbaikan akses jalan menuju Kelurahan Kuala Kuayan menjelang pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) yang dijadwalkan berlangsung pada September 2026.
Camat Mentaya Hulu, Edison, mengatakan peningkatan infrastruktur jalan menjadi salah satu kebutuhan mendesak untuk mendukung kelancaran pelaksanaan MTQ yang akan diikuti kafilah dari seluruh kecamatan di Kotim.
“Kami sudah mengusulkan perbaikan jalan untuk mendukung pelaksanaan MTQ tingkat kabupaten yang akan digelar September nanti di Kuala Kuayan,” ucapnya, Rabu (17/6).
Menurut Edison, usulan tersebut telah disampaikan kepada Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, Bina Konstruksi, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (SDABMBKPRKP) Kotim. Dalam waktu dekat, dinas terkait dijadwalkan melakukan survei lapangan guna menindaklanjuti kebutuhan peningkatan jalan.
Ia menjelaskan, ruas jalan yang diusulkan untuk diperbaiki meliputi jalur dari Kilometer 28 menuju Simpang Tiga Tanjung Jariangau hingga akses menuju arena utama MTQ di Kuala Kuayan.
“Kemarin saya minta dari KM 28 ke Simpang Tiga Tanjung Jariangau, kemudian jalan menuju arena MTQ untuk ditingkatkan. Saat ini jalan tersebut masih berupa jalan tanah,” tambahnya.
Edison berharap pemerintah daerah dapat memberikan penanganan terhadap ruas jalan tersebut, setidaknya melalui penimbunan agregat agar akses transportasi menuju lokasi kegiatan menjadi lebih baik.
“Kalau bisa paling tidak diberikan agregat agar akses menuju lokasi kegiatan lebih baik. Nanti langkah teknisnya kami serahkan kepada dinas terkait,” ungkap Edison.
Selain mempersiapkan akses jalan, pihak kecamatan juga telah menyiapkan lokasi utama pelaksanaan MTQ. Arena kegiatan berada di atas lahan seluas sekitar dua hektare yang dinilai cukup representatif untuk menampung berbagai rangkaian kegiatan dan peserta yang hadir.
“Arena MTQ berada di lahan sekitar dua hektare. Lokasinya cukup luas dan relatif aman dari ancaman banjir,” jelasnya.
Pemilihan waktu pelaksanaan pada September juga mempertimbangkan kondisi cuaca. Menurut Edison, bulan tersebut diperkirakan menjadi puncak musim kemarau sehingga dapat meminimalkan gangguan akibat hujan.
Meski demikian, pihak kecamatan tetap melakukan berbagai langkah antisipasi mengingat kondisi cuaca belakangan ini cenderung sulit diprediksi.
“Kita tetap waspada karena cuaca sekarang tidak menentu. Walaupun dilaksanakan saat musim kemarau, segala kemungkinan tetap harus diantisipasi agar pelaksanaan MTQ berjalan lancar dan sukses,” tukasnya
MTQ tingkat Kabupaten Kotim merupakan agenda tahunan yang menjadi ajang syiar Islam sekaligus mempererat silaturahmi antar-kecamatan. Karena itu, Pemerintah Kecamatan Mentaya Hulu berharap dukungan infrastruktur dapat segera direalisasikan agar pelaksanaan MTQ di Kuala Kuayan berjalan optimal dan memberikan kenyamanan bagi seluruh peserta maupun tamu yang hadir. (Ktr-2)
Editor : Slamet Harmoko