Radar Utama Kalteng Metropolis Si Ongol Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

DPRD Kotim: Mitigasi Karhutla Jangan Tunggu Titik Api

Rado. • Rabu, 17 Juni 2026 | 20:45 WIB
Ketua DPRD Kotim, Rimbun, menegaskan jika teguran diabaikan, pihaknya akan merekomendasikan Bupati mencabut IUP.  (Akbar/Radar Sampit)
Ketua DPRD Kotim, Rimbun, menegaskan jika teguran diabaikan, pihaknya akan merekomendasikan Bupati mencabut IUP. (Akbar/Radar Sampit)

 

SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Ketua DPRD Kotawaringin Timur (Kotim), Rimbun mengingatkan pemerintah daerah agar tidak terlena dengan kondisi cuaca yang masih didominasi hujan.

Menurutnya, upaya mitigasi dan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) harus mulai dipersiapkan sejak sekarang untuk mengantisipasi datangnya musim kemarau.

Rimbun menilai penanganan Karhutla yang efektif tidak bisa dilakukan secara mendadak ketika titik api mulai bermunculan. Karena itu, langkah-langkah pencegahan harus menjadi prioritas seluruh pihak terkait.

Baca Juga: Nasib ASN dan PPPK di Kotim? Ini Penegasan Penting Pemerintah Daerah

“Walaupun saat ini curah hujan masih cukup tinggi di beberapa wilayah, bukan berarti kita bisa lengah. Justru momentum ini harus dimanfaatkan untuk memperkuat mitigasi dan kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau nanti,” ujarnya.

Ia meminta Pemkab Kotim melalui instansi terkait, termasuk BPBD, Manggala Agni, TNI-Polri, pemerintah kecamatan dan desa, untuk mulai melakukan pemetaan wilayah rawan Karhutla, pengecekan sarana dan prasarana pemadam, serta meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat.

Menurut Rimbun, pengalaman Karhutla yang pernah terjadi di Kotim menunjukkan bahwa kebakaran sering kali terjadi di lahan gambut yang sulit dipadamkan ketika api sudah membesar. Karena itu, deteksi dini dan pencegahan menjadi kunci utama.

Baca Juga: Kenaikan Harga BBM Hambat Proyek Pembangunan di Kotim, Sejumlah Kegiatan Terancam Ditunda

“Jangan sampai kita baru sibuk ketika titik api sudah banyak muncul. Pencegahan harus dilakukan dari sekarang, termasuk memastikan kanal, sumber air, dan peralatan penanggulangan dalam kondisi siap digunakan,” katanya.

Ia juga mengingatkan perusahaan perkebunan dan kehutanan untuk ikut berperan aktif dalam upaya pencegahan karhutla dengan melakukan patroli rutin dan memastikan seluruh fasilitas penanggulangan kebakaran berfungsi dengan baik.

Selain itu, masyarakat diimbau untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar karena berpotensi memicu kebakaran yang lebih luas, terutama saat kondisi cuaca mulai memasuki musim kering.

Baca Juga: Jangan Terkecoh Hujan, BMKG Tegaskan Kotim Sudah Masuk Musim Kemarau

“Karhutla adalah tanggung jawab bersama. Kalau mitigasi dilakukan sejak dini, maka risiko kebakaran dan dampaknya terhadap kesehatan, lingkungan, maupun aktivitas masyarakat dapat ditekan semaksimal mungkin,” tegasnya.

Rimbun berharap koordinasi lintas sektor terus diperkuat agar Kotim dapat terhindar dari bencana kabut asap dan kebakaran lahan yang selama ini menjadi ancaman setiap musim kemarau.

“Lebih baik mencegah daripada menanggulangi. Kesiapan harus dimulai dari sekarang,” pungkasnya. (ang/fm)

 

Editor : Farid Mahliyannor
#DPRD Kotim #cuaca #kemarau #legislatif #karhutla