SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Tingginya angka inflasi di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) yang mencapai 4,18 persen mendorong pemerintah daerah memperkuat pengawasan terhadap distribusi kebutuhan pokok.
Dua komoditas yang menjadi perhatian khusus adalah LPG subsidi dan minyak goreng MinyaKita yang menyangkut kebutuhan masyarakat luas.
Wakil Bupati Kotim Irawati mengatakan, pengawasan tidak hanya menjadi tugas pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan masyarakat. Warga diminta segera melapor apabila menemukan dugaan penimbunan barang ataupun praktik penjualan dengan harga yang tidak wajar.
Baca Juga: Distribusi MinyaKita di Kotim Akan Dievaluasi, Ini Langkah Pemkab
“Kalau ada penimbunan LPG maupun MinyaKita, segera laporkan kepada kami. Pengawasan tidak bisa hanya dilakukan pemerintah, masyarakat juga harus ikut mengawasi,” ujarnya.
Menurut Irawati, ketersediaan barang dan stabilitas harga menjadi faktor penting dalam upaya mengendalaikan inflasi. Ketika kebutuhan pokok mudah diperoleh dengan harga terjangkau, daya beli masyarakat dapat tetap terjaga.
Ia menegaskan pemerintah daerah tidak ingin ada pihak yang memanfaatkan kondisi pasar untuk meruap keuntungan melalui praktik penimbunan yang berpotensi menimbulkan kelangkaan. Situasi tersebut dinilai dapat memperburuk tekanan inflasi di daerah.
Baca Juga: Gandeng Kreator Lokal, Pemkab Kotim Optimalkan Promosi Budaya dan Informasi Daerah
“Kalau barang tersedia dan harga tetap terjangkau, daya beli masyarakat meningkat. Itu sangat berpengaruh terhadap pengendalian inflasi,” katanya.
Lebih lanjut, Irawati mengungkapkan bahwa pengendalian inflasi saat ini menjadi perhatian pemerintah pusat. Dalam rapat koordinasi bersama Kementerian Dalam Negeri dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, seluruh pemerintah daerah diminta aktif memqntau perkembangan harga serta distribusi bahan pokok di lapangan.
Menindaklanjuti arahan tersebut, Pemkab Kotim meminta camat, lurah hingga aparat di tingkat desadan kelurahan ikut melakukan pemantauan. “Pemerintah berharap pengawasan yang dilakukan secara bersama dapat menajga pasokan kebutuhan pokok tetap lancar, harga tetap stabil, dan laju inflasi di Kotim dapat ditekan dalam beberapa bulan mendatang,” harapnya. (yn/fm)
Editor : Farid Mahliyannor