SAMPIT,radarsampit.jawapos.com-Sejumlah petani di Desa Rubung Buyung, Kecamatan Cempaga, Kabupaten Kotawaringin Timur, mengaku mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah akibat lahan pertanian dan jalan usaha tani mereka terendam banjir. Mereka menduka air berasal dari aliran pembuangan air perkebunan milik PT Surya Citra Cemerlang (SCC).
Perwakilan petani Desa Rubung Buyung, Rodi Dewar mengatakan, banjir yang terjadi saat musim hujan diduga diperparah oleh pembuangan air dari areal perkebunan perusahaan ke parit yang selama ini digunakan masyarakat sebagai saluran usaha tani.
"Kami merugi karena air merendam lahan kebun kami hingga jalan usaha tani. Masalahnya, air pembuangan perusahaan itu dibuang ke parit dan lahan kami. Kalau musim hujan seperti ini pasti terendam banjir, sehingga kami tidak bisa panen dan juga tidak bisa mengangkut hasil panen karena jalannya ikut terendam hingga hampir satu meter," ujar Rodi.
Baca Juga: Mediasi Sengketa Lahan di Kecamatan Cempaga Lahirkan Kesepakatan
Menurutnya, genangan air tidak hanya menghambat aktivitas panen, tetapi juga merusak akses transportasi hasil pertanian yang menjadi urat nadi perekonomian warga setempat.
Rodi menilai, perusahaan harus bertanggung jawab dengan membangun sistem drainase atau saluran pembuangan sendiri, sehingga air dari kawasan perkebunan tidak lagi dialirkan ke wilayah usaha tani masyarakat.
"Mereka harus membuat saluran sendiri dan tidak lagi membuang air ke parit milik petani. Kalau ini terus terjadi, kami yang selalu menanggung kerugiannya," tegasnya.
Pihaknya pun berharap pemerintah daerah dan instansi terkait segera turun tangan melakukan peninjauan lapangan, untuk memastikan penyebab banjir serta mencari solusi yang adil bagi semua pihak.
Apabila tuntutan tersebut tidak mendapat respons, pihaknya mengaku siap menggelar aksi demonstrasi ke PT SCC sebagai bentuk protes atas kerugian yang mereka alami.
Hingga berita ini diturunkan, upaya konfirmasi kepada pihak PT Surya Citra Cemerlang (SCC) masih terus dilakukan. Namun, saat dihubungi melalui sambungan telepon, pihak perusahaan belum memberikan respons maupun keterangan terkait keluhan yang disampaikan petani di Desa Rubung Buyung itu.(ang/gus)
Editor : Agus Jaka Purnama