Radar Utama Kalteng Metropolis Si Ongol Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Temukan Dua Sarang Beruang Madu di Sungai Paring, BKSDA Pasang Perangkap

Usay Nor Rahmad • Senin, 15 Juni 2026 | 19:28 WIB
Pemasangan perangkap beruang di sekitar lokasi kemunculan beruang yang mendekati permukiman warga di Desa Sungai Paring, Kecamatan Cempaga, Senin (15/6/2026). (BKSDA/Radar Sampit)
Pemasangan perangkap beruang di sekitar lokasi kemunculan beruang yang mendekati permukiman warga di Desa Sungai Paring, Kecamatan Cempaga, Senin (15/6/2026). (BKSDA/Radar Sampit)

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com  – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resort Sampit menemukan dua sarang beruang madu di Desa Sungai Paring, Kecamatan Cempaga, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), saat menindaklanjuti laporan kemunculan satwa liar tersebut di sekitar permukiman warga.

Pengecekan dilakukan pada Senin (15/6/2026) setelah warga melaporkan beberapa kali melihat seekor beruang madu berkeliaran di kawasan kebun buah yang berada tidak jauh dari rumah penduduk.

Kepala BKSDA Resort Sampit Muriansyah, mengatakan beruang yang terlihat diperkirakan hanya satu ekor dengan ukuran sedang. Satwa itu terakhir kali terlihat saat subuh di belakang rumah warga, tepatnya di atas pohon rambutan.

"Beruang yang terlihat diperkirakan satu ekor dengan ukuran sedang. Terakhir terlihat saat subuh di belakang rumah warga, tepat di pohon rambutan," ujarnya.

Saat melakukan penyisiran, petugas menemukan dua sarang beruang pada dua pohon rambutan yang berbeda. Kedua sarang tersebut diduga masih aktif digunakan sebagai tempat beristirahat.

Selain itu, petugas juga mendapati sejumlah bekas cakaran pada batang pohon rambutan dan durian milik warga. Di sekitar lokasi ditemukan pula sisa buah durian yang diduga baru saja dimakan beruang.

"Di beberapa pohon ada bekas cakaran dan ditemukan juga sisa durian yang sudah dimakan. Itu menguatkan dugaan beruang masih berada di sekitar lokasi," kata Muriansyah.

Berdasarkan temuan tersebut, BKSDA memasang perangkap di sekitar lokasi sebagai langkah antisipasi apabila satwa kembali mendekati permukiman. Upaya itu dilakukan untuk meminimalkan potensi konflik antara manusia dan satwa liar yang dilindungi.

Muriansyah menjelaskan, kemunculan beruang madu diduga dipengaruhi musim buah yang sedang berlangsung. Kondisi tersebut membuat satwa keluar dari habitatnya untuk mencari sumber makanan di kebun-kebun milik warga.

BKSDA mengimbau masyarakat tetap waspada, terutama pada malam hingga dini hari ketika aktivitas beruang lebih tinggi. Warga juga diminta tidak mendekati ataupun berupaya mengusir satwa jika kembali muncul, melainkan segera melaporkannya kepada petugas agar penanganan dapat dilakukan secara aman.(oes)

Editor : Slamet Harmoko
#beruang madu #Desa Sungai Paring #perangkap