SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Kemunculan seekor beruang madu di kawasan permukiman Desa Sungai Paring, Kecamatan Cempaga, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), dalam beberapa hari terakhir membuat warga resah.
Menanggapi laporan tersebut, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resort Sampit langsung melakukan pemantauan dan observasi lapangan.
Kepala BKSDA Resort Sampit Muriansyah, mengatakan kemunculan satwa liar dilindungi itu diduga kuat berkaitan dengan ketersediaan sumber pakan di sekitar permukiman warga. Saat ini sejumlah pohon buah, khususnya rambutan, sedang memasuki masa panen.
“Biasanya satwa liar keluar dari habitatnya karena mencari makan. Saat musim buah seperti sekarang, aroma dan ketersediaan buah bisa menarik satwa mendekati kebun maupun pekarangan warga,” kata Muriansyah, Senin (15/6 /2026).
Menurutnya, beruang madu merupakan satwa omnivora yang mengonsumsi berbagai jenis makanan, termasuk buah-buahan. Kondisi tersebut membuat keberadaan pohon buah di sekitar permukiman berpotensi menarik satwa untuk datang mencari pakan.
Laporan warga menyebutkan beruang tersebut beberapa kali terlihat di wilayah RT 9 kawasan hulu Bincut, Desa Sungai Paring. Hewan itu kerap muncul pada waktu subuh hingga pagi hari dan bahkan sempat terlihat memanjat pohon rambutan yang berada tidak jauh dari rumah warga.
Muriansyah menjelaskan, pihaknya telah menerima laporan masyarakat dan segera menindaklanjutinya dengan melakukan pengecekan lapangan untuk memastikan keberadaan satwa tersebut.
Petugas akan mengidentifikasi jejak maupun pola pergerakan beruang guna menentukan langkah penanganan yang tepat. BKSDA juga terus berkoordinasi dengan pemerintah desa serta masyarakat setempat selama proses pemantauan berlangsung.
“Kami masih melakukan observasi. Nanti akan dilihat apakah perlu tindakan lanjutan atau cukup dilakukan pengawasan dan pengamanan di lokasi,” ujarnya.
Meski belum ditemukan laporan adanya korban maupun kerusakan akibat kemunculan beruang tersebut, warga diminta tetap meningkatkan kewaspadaan. Terutama bagi masyarakat yang memiliki kebun atau pohon buah di sekitar rumah.
BKSDA mengingatkan warga agar tidak mendekati, mengejar, atau mencoba mengusir satwa liar secara langsung. Tindakan tersebut dikhawatirkan dapat memicu perilaku agresif dari beruang apabila merasa terancam.
“Kalau melihat kembali kemunculan beruang, segera laporkan kepada aparat desa atau petugas BKSDA agar dapat ditangani sesuai prosedur,” tegas Muriansyah.
Sementara itu, warga berharap keberadaan beruang madu tersebut dapat segera ditangani sehingga aktivitas masyarakat kembali berjalan normal tanpa rasa khawatir. Pasalnya, lokasi kemunculan satwa liar itu berada cukup dekat dengan kawasan permukiman penduduk. (oes)
Editor : Slamet Harmoko