SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Dibukanya rute penerbangan baru Super Air Jet Jakarta–Sampit–Jakarta menjadi angin segar bagi konektivitas dan pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).
Namun, Kepala Kantor Otoritas Bandar Udara (Otban) Wilayah VII Balikpapan, Ferdinand Nurdin, mengingatkan bahwa tantangan sesungguhnya bukan sekadar menghadirkan maskapai, melainkan menjaga agar layanan penerbangan tersebut tetap bertahan dan berkembang dalam jangka panjang.
Pernyataan itu disampaikan Ferdinand saat menghadiri penerbangan perdana Super Air Jet di Bandara H Asan Sampit, Jumat (12/6).
Ia menegaskan keberlanjutan penerbangan hanya dapat terwujud melalui kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, pengelola bandara, Forkopimda, pelaku usaha hingga masyarakat.
“Mempertahankan maskapai jauh lebih sulit daripada mendatangkannya. Karena itu semua pihak harus memiliki komitmen yang sama untuk mendukung keberlanjutan penerbangan di Sampit,” ujarnya.
Menurut Ferdinand, maskapai tentu tidak ingin mengalami kerugian ketika membuka rute baru. Oleh sebab itu, dukungan dari berbagai pihak sangat dibutuhkan agar tingkat keterisian penumpang tetap terjaga dan operasional penerbangan dapat berjalan secara berkelanjutan.
“Tidak ada maskapai yang ingin merugi ketika membuka rute baru. Kepala bandara tidak bisa bekerja sendiri. Diperlukan sinergi dan kolaborasi semua pihak,” tegasnya.
Ia menilai kehadiran Super Air Jet merupakan kabar baik bagi masyarakat Kalimantan Tengah, khususnya Kotim. Selain menambah pilihan transportasi udara, maskapai yang berada di bawah naungan Lion Group tersebut juga memiliki jaringan penerbangan yang luas ke berbagai daerah di Indonesia.
Menurutnya, semakin baik konektivitas udara akan berdampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi, peningkatan investasi, pengembangan sektor pariwisata, serta mempermudah mobilitas masyarakat.
Ferdinand juga melihat potensi besar dari tingginya minat perjalanan umrah masyarakat Kotim. Dengan jaringan penerbangan Lion Group, masyarakat akan lebih mudah terhubung menuju Jakarta sebelum melanjutkan perjalanan ke Tanah Suci.
Di sisi lain, ia menyoroti perlunya peningkatan infrastruktur Bandara H Asan Sampit, khususnya landasan pacu. Berdasarkan hasil pengamatan pihaknya, panjang runway saat ini masih perlu ditingkatkan agar operasional pesawat jet dapat berjalan lebih optimal.
“Idealnya runway dapat diperpanjang menjadi sekitar 2.250 meter dengan lebar 45 meter. Dengan kondisi tersebut operasional pesawat akan lebih optimal, kenyamanan kru meningkat, dan keselamatan penerbangan menjadi lebih baik,” katanya.
Ferdinand juga mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Kotim yang telah menindaklanjuti sejumlah rekomendasi terkait keselamatan penerbangan, termasuk penanganan berbagai hambatan atau obstacle di sekitar kawasan bandara.
Menurutnya, semakin banyak maskapai yang melayani rute yang sama, semakin besar pula peluang terciptanya persaingan sehat. Kondisi itu diharapkan mampu memberikan lebih banyak pilihan kepada masyarakat sekaligus mendorong harga tiket yang lebih kompetitif.
“Kami berharap ke depan semakin banyak rute penerbangan yang dibuka dari Sampit. Dengan dukungan seluruh pihak, kami optimistis sektor penerbangan di daerah ini akan terus berkembang dan memberikan kontribusi positif bagi pertumbuhan ekonomi daerah,” pungkasnya. (ktr-2)
Editor : Slamet Harmoko