SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menilai penerapan kesetaraan gender dalam lingkungan birokrasi daerah telah menunjkukan perkembangan positif.
Namun, upaya memperkuat pemahaman mengenai kesetaraan antara laki-laki dan perempuan masih perlu ditingkatkan, treutama di tingkat desa.
Hal itu disampaikan Staf Ahli Bupati Kotim Muslih usai menghadiri kegiatan Pelatihan SDM Teknis Pelaksanaan Pengarusutamaan Gender (PUG) berupa Advokasi Kebijakan dan Pendampingan Pelaksanaan PUG Kabupaten Kotim Tahun 2026, Selasa (9/6/2026).
Baca Juga: Antisipasi Konflik Sosial melalui FKDM
Menurut Muslih, prinsip kesetaraan gender telah menjadi bagian penting dalam perencanaan pembangunan daerah. Pemerintah daerah berupaya memastikan laki-laki dan perempuan memiliki kesempstan yang sama untuk berpartisipasi dan memperoleh manfaat dari program pembangunan.
Ia menilai implementasi kesetaraan gender di lingkungan pemerintahan daerah sudah berjalan cukup baik. Hal itu terlihat dari komposisi pejabat di lingkup Pemkab Kotim yang memberikan ruang yang sama bagi perempuan an untuk menduduki jabatan strategis.
“Kalau di bidang kepegawaian, saya rasa sudah cukup baik. Kita bisa melihat jajaran eselon II yang sudah mengakomodasi kesetaraan gender, di mana ada beberapa organisasi perangkat daerah yang dipimpin oleh perempuan,” ujarnya.
Baca Juga: Bawaslu Libatkan Pelajar dan Mahasiswa dalam Pengawasan Pemilu
Meski demikian, Muslih mengakui masih terdapat sejumlah persoalan terkait kesetaraan gender di masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pemahaman mengenai hak dan peran laki-laki maupun perempuan belum sepenuhya merata.
Karena itu, ia mendorong perangkat daerah terkait, khususnya Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB), untuk terusmemperkuat sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat desa.
“Kesetaraan gender ini harus benar-benar digaungkan dan dirasakan masyarakat. Masih ada beberapa kasus di desa yang menunjukkan perlunya edukasi berkelanjutan agar pemahaman tentang kesetaraan gender semakin baik,” tegasnya. (yn/fm)
Editor : Farid Mahliyannor