SAMPIT, radarsampit.jawapos.com - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menilai penyebaran hoaks, penipuan daring, dan berbagai bentuk kejahatan siber menjadi ancaman serius yang perlu diantisipasi di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kotim, Cok Orda Putra Legawa, mengatakan transformasi digital telah membawa banyak manfaat bagi masyarakat.
Namun, perkembangan tersebut juga diiringi munculnya berbagai risiko di ruang digital yang perlu mendapat perhatian bersama.
“Ancaman seperti hoaks, penipuan daring, kejahatan siber, penyalahgunaan data pribadi hingga ujaran kebencian menjadi tantangan yang harus kita hadapi bersama,” ujarnya, Senin (1/6).
Menurut Cok Orda, tantangan terbesar saat ini bukan lagi sekadar membangun infrastruktur digital, melainkan memastikan masyarakat mampu memanfaatkan teknologi secara cerdas, aman, dan produktif.
“Tantangan utama bukan lagi sekadar membangun infrastruktur, melainkan membangun kapasitas masyarakat untuk menggunakan infrastruktur tersebut secara cerdas, aman, dan produktif,” tambahnya.
Ia menjelaskan, perkembangan teknologi digital telah mengubah berbagai aspek kehidupan, mulai dari pendidikan, ekonomi, pelayanan publik hingga komunikasi sehari-hari.
Oleh karena itu, masyarakat perlu memiliki kemampuan literasi digital yang memadai agar tidak mudah terpengaruh informasi menyesatkan maupun menjadi korban kejahatan siber.
“Literasi digital tidak bisa dibebankan kepada satu instansi saja. Harus ada sinergi semua pihak untuk membangun masyarakat yang cerdas dan aman di ruang digital,” tegasnya.
Untuk itu, pemerintah daerah telah menyiapkan sejumlah program prioritas tahun 2026–2027, antara lain pendidikan digital di sekolah, penguatan desa digital, peningkatan keamanan informasi, pengembangan ekonomi digital UMKM, serta inovasi teknologi daerah.
“Tujuan akhirnya adalah mewujudkan masyarakat yang cerdas digital, aman, dan berdaya saing,” pungkasnya. (ktr-2)
Editor : Slamet Harmoko