SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Pondok pesantren dinilai memiliki peran strategis dalam membentuk generasi muda yang mampu menguasai teknologi digital sekaligus memiliki akhlak dan karakter yang kuat di tengah derasnya arus informasi dan media sosial.
Hal tersebut disampaikan Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Halikinnor dalam Seminar Anak Pesantren bertema Tantangan Generasi Muda di Era Digital yang digelar di Kabupaten Kotim, Sabtu (30/5).
Halikinnor mengatakan, perkembangan teknologi digital membawa dampak besar bagi kehidupan masyarakat, khususnya remaja. Akses informasi yang terbuka luas memberikan manfaat, namun juga berpotensi memengaruhi pola pikir dan perilaku generasi muda jika tidak diimbangi dengan pendidikan karakter.
“Perkembangan teknologi harus diimbangi dengan penguatan akhlak. Jangan sampai generasi muda kita unggul dalam teknologi, tetapi lemah dalam moral dan karakter,” ujarnya.
Ia menegaskan, pembangunan sumber daya manusia tidak hanya berfokus pada kemampuan akademik, tetapi juga pembentukan karakter, tanggung jawab, dan nilai etika yang harus menjadi bagian penting dalam proses pendidikan.
Menurutnya, keluarga, sekolah, pemerintah, dan masyarakat memiliki peran yang sama dalam menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang generasi muda secara utuh.
“Kita semua memiliki peran untuk melahirkan generasi yang cerdas, berkarakter, dan bertanggung jawab. Ini bukan tugas satu pihak saja,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Halikinnor juga menyoroti peran pondok pesantren yang dinilai konsisten dalam pendidikan berbasis nilai dan pembinaan kepribadian. Pesantren tidak hanya mengajarkan ilmu agama, tetapi juga membentuk kedisiplinan, kemandirian, serta kepedulian sosial santri.
Ia menyebut ketahanan pesantren terbukti pada masa pandemi Covid-19, ketika banyak lembaga pendidikan mengalami keterbatasan akibat perubahan sistem pembelajaran. Pesantren, kata dia, tetap mampu menjalankan fungsi pendidikan sekaligus pembinaan karakter.
“Pesantren menunjukkan daya tahannya dalam menjaga proses pendidikan dan pembinaan akhlak. Ini membuktikan bahwa pesantren memiliki peran penting dalam membentuk generasi masa depan,” ujarnya.
Halikinnor menambahkan, tantangan generasi muda ke depan akan semakin kompleks seiring perkembangan teknologi dan media sosial. Karena itu, pendidikan berbasis karakter perlu diperkuat agar generasi muda tidak mudah terpengaruh konten negatif di ruang digital.
Ia juga menekankan pentingnya keteladanan orang tua dan pendidik dalam pembentukan karakter. Menurutnya, pendidikan tidak cukup hanya melalui nasihat, tetapi harus diwujudkan melalui contoh nyata dalam kehidupan sehari-hari.
“Anak-anak membutuhkan teladan. Apa yang mereka lihat sering kali lebih berpengaruh dibandingkan apa yang mereka dengar,” katanya.
Pemerintah Kabupaten Kotim, lanjutnya, berkomitmen mendukung program peningkatan kualitas sumber daya manusia, termasuk pengembangan pendidikan keagamaan dan lembaga pendidikan berbasis karakter.
Melalui seminar tersebut, Halikinnor berharap santri dapat lebih siap menghadapi perkembangan zaman dengan tetap berpegang pada nilai-nilai agama dan akhlak.
“Kami ingin generasi muda Kotim tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya cerdas dan menguasai teknologi, tetapi juga memiliki integritas, empati, dan akhlak yang kuat,” pungkasnya. (yn/yit)
Editor : Heru Prayitno