SAMPIT, radarsampit.jawapos.com - Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mendorong optimalisasi penggunaan aplikasi XStar sebagai solusi untuk mempermudah petani mendapatkan BBM solar subsidi.
Kepala DPKP Kotim, Yephi Hartady Periyanto, mengatakan para petani sebenarnya telah memiliki barcode penerima subsidi melalui aplikasi XStar yang selama ini digunakan untuk pendataan penerima BBM subsidi sektor pertanian.
“Para petani ini sebenarnya sudah memiliki barcode dari aplikasi XStar untuk pembelian BBM subsidi. Ditambah lagi ada rekomendasi dan legalisasi dari Dinas Pertanian,” ucapnya, Jumat (29/5).
Menurut Yephi, data penerima subsidi dalam aplikasi tersebut sudah jelas dan terverifikasi sehingga petani tidak perlu lagi dipersulit dengan administrasi tambahan di SPBU.
“Kalau memang penerima sah, cukup gunakan barcode dari aplikasi itu,” katanya.
Ia menilai, pengawasan penggunaan BBM subsidi setelah diterima petani seharusnya menjadi tanggung jawab pihak terkait dan tidak sepenuhnya dibebankan kepada SPBU.
Yephi menjelaskan, persoalan sulitnya akses solar subsidi mulai dirasakan petani setelah harga BBM nonsubsidi mengalami kenaikan. Sebelumnya, sebagian besar petani di Kecamatan Teluk Sampit masih menggunakan BBM nonsubsidi.
Selain mendorong penggunaan aplikasi XStar, DPKP Kotim juga mengusulkan langkah jangka menengah berupa penambahan titik pengambilan BBM subsidi agar petani tidak hanya bergantung pada satu SPBU.
Selama ini, petani di wilayah Teluk Sampit, khususnya Desa Lampuyang, mengambil BBM di SPBU Samuda yang berjarak sekitar 40 kilometer dari desa mereka.
“Kalau di SPBU itu ada kendala kuota, petani bisa membeli di SPBU lain walaupun jaraknya lebih jauh,” jelasnya.
Untuk jangka panjang, DPKP Kotim juga mengusulkan pembangunan stasiun pengisian bahan bakar khusus petani di kawasan sentra pertanian Teluk Sampit.
Menurut Yephi, kawasan sentra pertanian perlu didukung fasilitas penunjang yang memadai, termasuk akses BBM subsidi yang lebih mudah bagi petani.
“Salah satunya dengan menyiapkan stasiun pengisian bahan bakar khusus untuk petani. Itu memungkinkan,” pungkasnya. (ktr-2)
Editor : Slamet Harmoko