Radar Utama Kalteng Metropolis Si Ongol Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Harga Sawit di Kotim Mulai Membaik, Petani Sebut TBS Tembus Rp1.950 per Kilogram

Usay Nor Rahmad • Jumat, 29 Mei 2026 | 17:12 WIB
Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawithasil panen petani di Mentaya Hilir Selatan. (Radit Saputra/Radar Sampit)
Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawithasil panen petani di Mentaya Hilir Selatan. (Radit Saputra/Radar Sampit)

 

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Setelah sempat membuat petani menjerit akibat anjloknya harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit, kondisi di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mulai menunjukkan perbaikan. Harga TBS di tingkat pengepul kini perlahan bergerak naik.

Salah seorang petani sawit, Radit Saputra mengungkapkan, dirinya menjual TBS ke pengepul di Desa Basirih, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan dengan harga Rp1.800 per kilogram.

“Harga mulai membaik,” ujarnya, Jumat (29/5/2026).

Kenaikan harga juga dirasakan petani lainnya. Muhammad Aliyanto menyebut harga sawit di wilayah Bapanggang Raya, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, bahkan sudah mencapai Rp1.950 per kilogram.

“Di Bapanggang Rp1.950 hari ini harga sawit,” katanya.

Sebelumnya, harga sawit di Kotim sempat turun tajam hingga membuat petani mengeluh. Pada Kamis (21/5/2026), harga 
TBS di tingkat pengepul hanya berada di kisaran Rp1.700 hingga Rp2.000 per kilogram.

Turunnya harga dinilai sangat memberatkan petani, khususnya di wilayah hilir Kotim yang harus mengeluarkan biaya operasional cukup besar untuk membawa hasil panen menuju pengepul.

Mansyah, salah seorang petani sawit, mengaku biaya produksi terus meningkat seiring naiknya harga bahan bakar minyak (BBM). Menurut dia, upah panen di kebunnya mencapai Rp400 per kilogram.

Setelah dipanen, petani masih harus mengeluarkan biaya angkut dari kebun menuju tepi sungai sekitar Rp100 per kilogram. Selanjutnya, buah sawit diangkut menggunakan kelotok menuju lokasi pengepul dengan tambahan biaya sekitar Rp150 per kilogram.

“Kalau dijual ke pengepul hanya Rp2.000 per kilogram, sisa keuntungan sangat sedikit,” keluhnya beberapa waktu lalu.

Sementara itu, petani yang memiliki kendaraan sendiri dan dapat menjual langsung ke pabrik kelapa sawit (PKS) masih memperoleh harga lebih tinggi, yakni berkisar Rp2.250 hingga Rp2.600 per kilogram.

Namun harga tersebut masih dianggap belum ideal karena berada di bawah ketetapan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah.

Selain persoalan harga, petani juga mengeluhkan ketatnya proses grading di pabrik. Tingkat kematangan buah, ukuran tandan, hingga kondisi fisik sawit menjadi faktor yang menentukan harga jual.

Kondisi tersebut membuat banyak petani sawit di Kotim tertekan, terlebih harga pupuk nonsubsidi dan biaya produksi terus mengalami kenaikan dalam beberapa bulan terakhir. (oes)

Editor : Slamet Harmoko
#TBS sawit #harga sawit #harga #kotim #kalteng