SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mulai mengoptimalkan sistem pengadaan barang dan jasa secara digital melalui platform Mbizmarket pada 2026 ini.
Langkah ini tidak hanya untuk mempermudah proses belanja pemerintah, tetapi juga diharapkan mampu menambah pendapatan asli daerah (PAD).
Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Sekretariat Daerah Kotim Rifarna Montazriani mengatakan, penggunaan platform digital tersebut kini mulai berjalan di sejumlah organisasi perangkat daerah, terutama untuk kebutuhan alat tulis kantor (ATK) dan makan minum.
Baca Juga: Banjir Kiriman Rendam Desa Tumbang Mujam Kotim, Ketinggian Air Capai 35 Sentimeter
“Sekarang ini mulai jalan, khususnya untuk ATK dan makan minum. Mulai ada hasil. Jadi setiap transaksi, daerah akan dapat pembagian keuntungan,” kata Rifarna.
Penggunaan Mbizmarket dilakukan setelah adanya kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Kotim dengan PT. Brilliant Ecommerce Berjaya selaku pengelola platform tersebut terkait digitalisasi pengadaan barang dan jasa pemerintah melalui marketplace daring.
Kerja sama itu ditandatangani langsung oleh Bupati Kotim, Halikinnor, di Jakarta pada November 2025 lalu. Selain melibatkan pemerintah daerah dan pihak Mbizmarket, kerja sama juga menggandeng BUMD PT. Habaring Hurung.
Baca Juga: Iduladha 1447 Hijriah, SMAN 1 Sampit Berkurban Lima Ekor Sapi
Rifarna menjelaskan, selama ini pengadaan barang dan jasa pemerintah umumnya dilakukan melalui e-katalog pemerintah.
Namun, regulasi juga membuka peluang penggunaan platform lain yang tetap berada dalam pengawasan pemerintah, salah satunya Mbizmarket yang terhubung melalui sistem Inaproc dan e-katalog.
Menurut dia, keuntungan yang diperoleh daerah berasal dari setiap transaksi yang dilakukan melalui platform tersebut. Dari total pendapatan transaksi sebesar 2,25 persen, sebagian dibagikan kepada daerah dan BUMD.
Baca Juga: PHBI Kotim Salurkan 450 Bungkus Daging Kurban kepada Masyarakat
“Dari skema itu, daerah mendapat pembagian keuntungan, sedangkan sisanya dibagi antara Mbizmarket dan PT. Habaring Hurung,” ujarnya.
Kerja sama tersebut mulai efektif berjalan sejak 1 Januari 2026. Pemerintah daerah pun mulai memperluas sosialisasi kepada organisasi perangkat daerah hingga pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) lokal.
Pemkab Kotim mendorong UMKM daerah ikut bergabung sebagai penyedia barang dan jasa agar dapat memanfaatkan peluang pasar dari belanja pemerintah.
Dengan begitu, selain menigkatkan PAD, program ini juga diharapkan akan mampu menggerakkan perekonomian masyarakat.
“Untuk itulah kami sudah beberapa kali melakukan sosialisasi dan memberikan bimbingan kepada OPD dan pelaku UMKM selaku penyedia lokal. Harapannya, ini menjadi salah satu langkah yang bisa turut menggerakkan perekonomian masyarakat kita,” harapnya. (yn/fm)
Editor : Farid Mahliyannor