Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Targetkan 270 Anak, Penjaringan Siswa Sekolah Rakyat di Kotim Mulai Dibuka

M. Akbar • Sabtu, 16 Mei 2026 | 17:56 WIB
Suasana belajar mengajar di Sekolah Rakyat Terintegrasi 55 Sampit, Kabupaten Kotim.  (Akbar/Radar Sampit)
Suasana belajar mengajar di Sekolah Rakyat Terintegrasi 55 Sampit, Kabupaten Kotim. (Akbar/Radar Sampit)

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com - Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mulai membuka penjaringan calon siswa untuk Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 55 tahun ajaran 2026/2027 dengan target penerimaan sebanyak 270 siswa dari keluarga kurang mampu.

Kepala Dinsos Kotim, Hawianan, mengatakan target penerimaan siswa tersebut mengacu pada Surat Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial Nomor 1745/1/DL.00.02/05/2026.

“Target rekrutmen siswa baru terdiri dari SD 90 siswa, SMP 90 siswa, dan SMA 90 siswa, sehingga totalnya 270 siswa,” kata Hawianan, Sabtu (16/5).

Ia menjelaskan, penjaringan difokuskan bagi anak-anak dari keluarga miskin kategori desil 1 dan 2. Seleksi dilakukan melalui penjangkauan langsung berbasis Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) dan Program Keluarga Harapan (PKH).

Menurut Hawianan, pendamping sosial PKH saat ini terus melakukan pendataan dan verifikasi calon siswa di seluruh kecamatan.

“Kalau ada masyarakat mengetahui anak dari keluarga miskin yang ingin sekolah, bisa melapor. Nanti akan diverifikasi oleh PKH dan BPS. Jika memenuhi syarat maka bisa masuk Sekolah Rakyat,” tambahnya.

Ia menegaskan, sistem penerimaan Sekolah Rakyat berbeda dengan sekolah umum karena seluruh proses verifikasi dilakukan agar program benar-benar tepat sasaran bagi keluarga yang membutuhkan.

Sekolah Rakyat sendiri menerapkan sistem pendidikan berasrama, sehingga seluruh siswa nantinya wajib tinggal di asrama selama masa pendidikan berlangsung.

Selain bebas biaya pendaftaran dan uang sekolah, seluruh kebutuhan pendidikan siswa juga ditanggung pemerintah, mulai dari seragam, perlengkapan belajar, makan tiga kali sehari hingga camilan dua kali sehari.

“Tenaga pengajar juga profesional dan bersertifikasi. Program ini untuk memberikan kesempatan pendidikan yang layak dan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu,” jelasnya.

Sementara itu, pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat di kawasan Wengga Metropolitan masih berlangsung dengan progres mencapai sekitar 42 persen.

Hawianan menyebut pembangunan ruang kelas dan asrama ditargetkan selesai pada Juni 2026, sedangkan fasilitas pendukung lainnya akan diselesaikan secara bertahap.

“Targetnya tahun ajaran 2026/2027 sudah bisa digunakan. Kendala terbesar pembangunan di daerah kita adalah pondasi karena kondisi lahan gambut,” pungkasnya.  (ktr-2)

Editor : Slamet Harmoko
#penjaringan siswa #Sekolah Rakyat #kotim