Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Sistem Jemput Bola, Perekaman KTP-El di SMAN 2 Sampit 

Yuni Pratiwi Iskandar • Selasa, 12 Mei 2026 | 20:19 WIB
Seorang pelajar SMA saat pertama kali mengikuti perekaman KTP El.(ist)
Seorang pelajar SMA saat pertama kali mengikuti perekaman KTP El.(ist)

SAMPIT-Kunjungan Radar Sampit ke SMA Negeri 2 Sampit dalam rangka sosialisasi lomba menulis surat untuk Bupati Kotawaringin Timur (Kotim), Selasa (12/5), turut bertepatan dengan pelaksanan layanan jemput bola perekaman KTP elektronik (KTP-El) dan Identitas Kependudukan Digital (IKD) di sekolah tersebut.

Dalam perbincangan bersama Direktur Radar Sampit Siti Fauziah, Kepala SMAN 2 Sampit Kodarahim menyambut baik kehadiran program administrasi kependudukan tersebut. Ia mengaku layanan jemput bola sangat membantu para siswa, khususnya yang kesulitan megurus administrasi kependudukan karena terbentur jam sekolah.

“Kami bersyukur ada kegiatan jemput bola perekaman KTP di sekolah. Siswa tidak perlu lagi izin keluar atau terbentur waktu belajar. Ini tentu sangat mebmantu,” ujarnya kepada Radar Sampit.

Menurutnya, program layanan langsung ke sekolah tersebut sudah berjalan sekitar tiga tahun terakhir dan memberikan kemudahan nyata bagi siswa. Selain itu , layanan yang diberikan juga tidak dipungut biaya.

Kodarahim menjelaskan, pihak sekolah sebelumnya telah mendata siswa yang akan melakukan perekaman, sekaligus mengniformasikan dokumen yang perlu dibawa, seperti kartu keluarga. Ia bahkan membuka peluang jika instansi lain I ngin melakukan layanan serupa di sekolah.

Baca Juga: Disdukcapil Kotawaringin Barat Lakukan Perekaman KTP-el dan Aktivasi IKD di Sekolah

“Kalau ada instansi lain, misalnya untuk pembuatan SIM, kami sangat terbuka dan siap mendukung,” tambahnya.

Sementara itu, salah satu petugas dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) setempat menjelaskan, perekaman dapat di dilakukan bagi pelajar yang telah berusia 17 tahun maupun yang akan mencapai usia tersebut dalam waktu kurang dari tiga bulan.

“Yang belum 17 tahun tapi kurang tiga bulan sudah bisa melakukan perekaman. Nanti saat genap 17 tahun, tinggal mengambil fisik KTP di kantor Dukcapil,” jelasnya.

Ia juga menyebutkan, bagi pelajar yang telah berusia 17 tahun, KTP belum dapat langsung dicetak karena ketersediaan blangko masih menunggu dari pusat. Namun, setelah selesai dicetak, KTP akan diantarkan ke sekolah.

“Yang diprioritaskan memang pelajar yang sudah 17 tahun. Kalau yang masih kurang sedikit, tetap bisa direkam dulu agar nantinya lebih mudah saat pengambilan,” imbuhnya.

Terpisah, Kepala Disdukcapil Kotim Wiyono mengatakan pihaknya telah mengirimkan surat ke 18 SMA sederajat untuk pelaksanaan program jemput bola.

“Baru SMAN 2 yang sudah memberikan jadwal. Sekolah lain masih menunggu kesiapan masing-masing,” ujarnya.

Ia berharap sekolah-sekolah lain segera berkoordinasi agar layanan ini dapat dj dimanfaatkan secara maksimal, terutama bagi siswa kelas XII yang baru menyelesaikan ujian dan bersiap melanjutkan ke perguruan tinggi.

“Diharapkan, sebelum melanjutkan pendidikan, mereka sudah memiliki administrasi kependudukan seperti KTP. Program inj juga untuk mengurangi antrean di kantor Dukcapil serta meringankan beban siswa,” tandasnya.

Wiyono menambahkan, melalui layanan jemput bola tersebut, Pemkab Kotim berupaya mendekatkan pelayanan kepada masyarakat, sekaligus memastikan generasi muda memiliki dokumen kependudukan sejak dini. (yn/gus)

Editor : Agus Jaka Purnama
#perekaman KTP EL #SMA Negeri 2 Sampit #Identitas Kependudukan Digital #berusia 17 tahun