Radar Utama Kalteng Metropolis Si Ongol Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Kuntau Bangkui Wakili Kotim di Festival Budaya Isen Mulang 2026

M. Akbar • Minggu, 10 Mei 2026 | 13:30 WIB
Dua pendekar Kuntau Bangkui saat melakukan latihan untuk mengikuti Festival Budaya Isen Mulang 2026 yang digelar pada 17–23 Mei 2026 di Palangka Raya.  (Akbar)
Dua pendekar Kuntau Bangkui saat melakukan latihan untuk mengikuti Festival Budaya Isen Mulang 2026 yang digelar pada 17–23 Mei 2026 di Palangka Raya. (Akbar)

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) setempat akan menampilkan seni bela diri tradisional Kuntau Bangkui pada Festival Budaya Isen Mulang 2026 yang digelar pada 17–23 Mei 2026 di Palangka Raya.

Kuntau Bangkui dipilih sebagai representasi budaya daerah Kotim dalam ajang budaya tahunan terbesar di Kalimantan Tengah tersebut karena dinilai memiliki nilai sejarah, filosofi, dan identitas kuat masyarakat Dayak Ngaju.

Kepala Disbudpar Kotim, Ramadansyah, mengatakan pihaknya telah menyiapkan konsep penampilan khusus dengan memadukan atraksi Kuntau Bangkui dan mobil hias budaya.

“Peragaan seni bela diri Kuntau Bangkui akan tampil di depan mobil hias yang juga kami rancang untuk ikut memeriahkan Festival Isen Mulang,” kata Ramadansyah, Minggu (10/5).

Menurutnya, dua pendekar senior Kuntau Bangkui akan memperagakan atraksi langsung di hadapan masyarakat dan tamu festival dari berbagai daerah.

Festival Budaya Isen Mulang tahun ini mengusung tema “Culture for Dignity” dan kembali masuk dalam agenda Karisma Event Nusantara (KEN) 2026. Festival tersebut akan diikuti peserta dari 14 kabupaten dan kota se-Kalimantan Tengah dengan berbagai pertunjukan seni, lomba budaya tradisional, hingga karnaval budaya.

Ramadansyah menjelaskan, Kuntau Bangkui merupakan seni bela diri tradisional khas Dayak yang diwariskan secara turun-temurun sejak ratusan tahun lalu. Gerakannya terinspirasi dari kelincahan bangkui atau beruk hutan Kalimantan yang melambangkan ketangkasan, keberanian, dan kemampuan bertahan hidup masyarakat Dayak.

Seni bela diri tersebut diyakini telah berkembang sejak masa asang kayau atau era peperangan antarsuku di pedalaman Kalimantan.

Sementara itu, Kepala Bidang Kesenian dan Tradisi Disbudpar Kotim, Achmad Syantri, mengatakan Kuntau Bangkui juga telah mendapat pengakuan resmi sebagai Kekayaan Intelektual Komunal (KIK) milik Kotim dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia pada 5 Agustus 2025.

Selain itu, seni bela diri tradisional tersebut juga diakui oleh Ikatan Pencak Silat Indonesia sebagai salah satu seni bela diri tradisional yang berkembang di Kalimantan Tengah.

“Kami menampilkan Kuntau Bangkui asal Kotim sebagai pemersatu budaya yang diharapkan semakin dikenal masyarakat luas,” ungkapnya.

Ia menambahkan, pelestarian Kuntau Bangkui terus dilakukan melalui latihan rutin, pembinaan generasi muda, hingga kegiatan perguruan bela diri tradisional di Kotim.

Melalui Festival Isen Mulang 2026, Pemerintah Kabupaten Kotim berharap Kuntau Bangkui semakin dikenal masyarakat luas dan tetap lestari sebagai identitas budaya daerah di tengah perkembangan zaman.  (ktr-2)

Editor : Slamet Harmoko
#Festival Budaya Isen Mulang #tradisional #Kuntau #bela diri #kotim