KONI Kotim Matangkan Persiapan Porprov Meski Anggaran Belum Cair
M. Akbar • Dipublikasikan Rabu, 6 Mei 2026 | 20:15 WIB
Ketua KONI Kotim, Alexius Esliter, saat diwawancarai sejumlah awak media, terkait kesiapan menghadapi Porprov Kalteng, Rabu (6/5). (Akbar)
SAMPIT, radarsampit.jawapos.com - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terus mematangkan persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) meskipun hingga kini anggaran pembinaan atlet belum juga cair.
Ketua KONI Kotim, Alexius Esliter, mengatakan pihaknya telah mendaftarkan 29 cabang olahraga (cabor) dari total 32 cabor yang ada untuk mengikuti Porprov. Saat ini, proses tinggal menunggu verifikasi dari panitia provinsi.
“Dari 32 cabor, sebanyak 29 sudah kita daftarkan untuk pertandingan resmi. Sekarang tinggal menunggu hasil verifikasi,” ucapnya, Rabu (6/5).
Ia menjelaskan, secara umum kesiapan atlet tidak menjadi persoalan. Namun, tahapan penting seperti seleksi lanjutan dan training center (TC) masih terkendala belum cairnya anggaran.
“Kesiapan atlet selalu siap, tinggal seleksi dan TC yang direncanakan sekitar Juni. Kendala utama kita saat ini memang anggaran yang belum turun,” beber Alexius.
Menurutnya, KONI Kotim telah berkoordinasi dengan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) setempat agar pencairan dana hibah dapat segera direalisasikan.
Ia berharap surat keputusan (SK) hibah dapat terbit paling lambat Juni, bahkan jika memungkinkan pada Mei.
“Kami minta agar paling lambat Juni SK hibah sudah keluar. Kalau bisa Mei ini anggaran sudah turun karena kebutuhan cabor sangat mendesak,” tegasnya.
Berdasarkan skema yang direncanakan, anggaran sekitar Rp3 miliar akan dicairkan secara bertahap dalam tiga tahap, masing-masing sebesar Rp1 miliar.
Meski demikian, Alexius menegaskan bahwa tidak ada kendala dalam proses administrasi penganggaran. Seluruh tahapan telah dipenuhi, hanya saja pencairan masih menunggu kewenangan dari pihak Dispora.
“Secara proses tidak ada masalah, semua tahapan sudah kita penuhi. Tinggal menunggu SK hibah dari Dispora,” jelasnya.
Ia menambahkan, jika anggaran tahap pertama telah cair, pihaknya akan memanfaatkannya secara maksimal untuk pembinaan atlet. Beberapa cabor bahkan telah melakukan pembinaan secara mandiri, seperti biliar, silat, dan basket.
Dalam kondisi keterbatasan tersebut, KONI Kotim tetap berkomitmen mengikuti Porprov, meskipun tidak memasang target tinggi dalam perolehan prestasi.
“Target kita tetap ikut Porprov. Untuk hasil kita tidak muluk-muluk karena persiapan sangat minim. Sejak 2025 hingga 2026 belum ada anggaran, jadi pembinaan berjalan secara mandiri,” tutupnya. (ktr-2)